Sandiaga Uno: Gen Z Berpeluang Kuasai Ekonomi Hijau Triliunan Dolar

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan bahwa Generasi Z memiliki potensi besar untuk memimpin sektor ekonomi hijau di masa depan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Gen-Summit yang digelar di SMESCO, Jakarta, Sabtu (24/5), dalam konteks menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
‎
‎Menurut Sandiaga, ekonomi hijau menyimpan peluang bernilai triliunan dolar yang belum dimaksimalkan pelaku ekonomi saat ini.

“Gen Z yang lahir antara 1997 hingga 2012 akan menjadi mayoritas angkatan kerja nasional pada 2045. Mereka bisa menjadi motor penggerak dalam transformasi menuju ekonomi berkelanjutan,” kata Sandiaga.
‎
‎Ia menyoroti beberapa sektor strategis yang dapat digarap Gen Z, seperti energi terbarukan, sistem pangan berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan rantai pasok yang mendukung ekonomi lokal serta penurunan emisi karbon.
‎
‎Laporan hasil kolaborasi Greenpeace dan Celios menyebut bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat menciptakan hingga 19,4 juta lapangan kerja hijau dalam 10 tahun ke depan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diprediksi menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan proyeksi mencapai 3,9 juta orang.
‎
‎Sektor energi bersih secara global juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Dalam kurun 2019–2022, jumlah pekerja di sektor ini meningkat 15%, sementara pekerjaan di sektor energi fosil turun sebesar 4%. Pada 2023, pekerja di sektor energi bersih diperkirakan menembus angka 36 juta orang.
‎
‎Istilah green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan sendiri telah dikenal sejak abad ke-19, dengan tonggak penting pada Protokol Kyoto 1997 yang mendorong aksi global untuk pembangunan berkelanjutan.
‎
‎Di Indonesia, green jobs telah menjadi bagian dari strategi pembangunan rendah karbon. Berdasarkan data Bappenas, pemerintah menargetkan penciptaan sekitar tiga juta lapangan kerja hijau hingga tahun 2060 sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi rendah emisi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*