‎Purwokerto Disiapkan Jadi Kota Berkelanjutan 2045 Lewat Program ICP Kementerian PU

Ilustrasi Purwokerto. (Foto: istimewa)

‎JOSS.CO.ID, Banyumas – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai salah satu dari 10 kota prioritas dalam Program Integrated City Planning (ICP) atau Perencanaan Kota Terpadu. Program ini bertujuan menjadikan Purwokerto sebagai kota berkelanjutan pada tahun 2045.

‎Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah II BPIW Kementerian PUPR, Melva Eryani Marpaung, menyampaikan bahwa Purwokerto dipilih karena potensinya sebagai pusat pendidikan, wisata, dan pemerintahan. Ia menyampaikan hal ini usai audiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kamis (22/5/2025) di Rumah Dinas Bupati Banyumas.

‎“Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa yang masuk dalam program ini. Sebelumnya, program serupa juga dijalankan di Borobudur dan Bromo dengan fokus pada pariwisata,” jelas Melva.

‎Melalui ICP, Kementerian PUPR akan menyusun perencanaan kawasan secara terpadu yang tidak hanya fokus pada infrastruktur PU, tetapi juga mengintegrasikan infrastruktur lain di titik-titik strategis. Tiga tematik utama yang akan dikembangkan meliputi kota pendidikan, destinasi wisata Kota Lama Banyumas berskala global, serta kawasan pemerintahan dan bisnis terpadu di Jalan Bung Karno, Purwokerto.

‎Melva menambahkan, pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap menuju 2045, termasuk kajian pembiayaan yang mendalam agar tidak seluruhnya bergantung pada APBD.

‎Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan daerahnya mendukung pengembangan kota berkelanjutan. Ia mengusulkan desain besar sistem drainase untuk mengatasi banjir saat hujan lebat dan mendorong pembangunan jalan tol Pejagan–Cilacap dengan dua pintu keluar tambahan di Wangon dan Ajibarang.

‎“Kami ingin Banyumas dikenal dunia. Dengan adanya program pusat ini, kami optimistis Purwokerto akan berkembang pesat sebagai kota pendidikan, wisata, dan pusat pemerintahan,” tegas Sadewo.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*