JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengucurkan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk penanganan banjir di Kota Semarang, khususnya wilayah timur.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melakukan sosialisasi kepada warga terkait proyek strategis ini. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di beberapa titik rawan, seperti kawasan Sungai Tenggang, Sringin, dan Kandang Kebo.
“Wali Kota Semarang, Ibu Agustin, sudah memberi arahan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana. Proyek ini sedang tahap eksekusi, dan kami akan kawal ketat,” ujar Iswar, Kamis (15/5/2025).
Menurut Iswar, anggaran lebih dari Rp1 triliun akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pompa di beberapa rumah pompa utama seperti di Tenggang, Waru, Sringin, dan Kandang Kebo. Selain itu, ada tambahan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk proyek Kali Silandak, Kali Baru, dan Kali Asin yang masih dalam tahap perencanaan.
Ia optimistis, proyek ini akan berdampak signifikan bagi warga. “Dengan bantuan ini, 70 persen masalah banjir di Semarang bisa teratasi. Ini kabar baik bagi masyarakat. Pemerintah tidak tinggal diam,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengimbau masyarakat untuk bersabar karena proyek ini membutuhkan proses dan waktu yang bertahap. Penanganan rob pun terus dikebut melalui pembangunan tanggul laut dan proyek jalan tol Semarang–Demak.
“Kami menunggu kelanjutan tol Semarang-Demak. Proyek tanggul laut ini menjadi solusi utama untuk mengendalikan banjir rob,” jelas Iswar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, menambahkan bahwa proyek BBWS mencakup peningkatan kapasitas rumah pompa dan normalisasi Sungai Tenggang.
“Selama ini rumah pompa belum mampu mengimbangi luas catchment area. Sejak Maret 2025, proyek sudah berjalan dan ditargetkan rampung pada 2027,” ungkap Suwarto.
Langkah awal yang sudah dilakukan adalah penggantian dan peningkatan kapasitas pompa di Rumah Pompa Tenggang. Selain itu, pompa di Waru, Muktiharjo Kidul, dan Kandang Kebo juga dibenahi.
“Proyek di Waru sudah masuk tahap konstruksi. Kemarin rumah pompa sempat tidak menyala karena sedang dibongkar. Sementara, kami bantu dengan pompa portable,” tutup Suwarto.

Leave a Reply