
JOSS.CO.ID, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapannya untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, asalkan negara tersebut bersedia menghentikan konflik bersenjata dengan Palestina melalui penerapan solusi dua negara (two-state solution).
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5).
“Begitu Palestina diakui sebagai negara oleh Israel, Indonesia siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik,” tegas Prabowo di hadapan awak media.
Solusi dua negara merupakan pendekatan yang bertujuan membentuk dua negara merdeka—Israel dan Palestina—yang hidup berdampingan secara damai. Konsep ini telah menjadi dasar dalam Perjanjian Oslo pada tahun 1993, yang disepakati oleh Pemerintah Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Menurut Prabowo, pengakuan atas kemerdekaan Palestina menjadi syarat mutlak dalam mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah. Namun, ia juga menegaskan bahwa Israel berhak eksis sebagai negara berdaulat.
“Kita harus menjamin dan mengakui keberadaan Israel sebagai negara yang berdaulat. Keamanan dan hak mereka juga harus dihormati,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa Prancis dan Indonesia memiliki pandangan sejalan terkait penyelesaian konflik bersenjata di Jalur Gaza.
“Prancis berkomitmen mendesak penghentian aksi bersenjata di Gaza serta mendorong pemberian akses penuh bagi bantuan kemanusiaan,” tambahnya.

Leave a Reply