Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan cuaca maritim, tinggi gelombang di laut selatan Jawa Tengah diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Tinggi tersebut masuk dalam kategori gelombang tinggi dan berisiko bagi aktivitas pelayaran maupun wisata.
“Gelombang tinggi diprediksi akan melanda perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Selain itu, potensi serupa juga terdeteksi di Samudra Hindia selatan wilayah-wilayah tersebut,” kata Teguh saat memberikan keterangan di Cilacap, Selasa (6/5).
Ia menyebutkan, peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh pengaruh musim angin timuran yang saat ini mulai aktif di kawasan laut selatan Jawa Tengah. Pola angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot, dan arah angin yang cenderung searah turut memperbesar tinggi gelombang.
BMKG juga menyoroti risiko keselamatan pelayaran akibat kondisi cuaca ekstrem ini. Teguh menyebutkan, angin dengan kecepatan 15 knot dan gelombang setinggi 1,25 meter dapat membahayakan perahu nelayan. Sementara itu, tongkang berisiko terdampak jika gelombang mencapai 1,5 meter dengan angin 16 knot, dan kapal feri pun rawan terganggu saat kecepatan angin mencapai 21 knot disertai gelombang 2,5 meter.
“Wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai selatan Jawa Tengah kami imbau untuk tidak berenang atau bermain air, khususnya di area pantai yang berbatasan langsung dengan laut lepas,” tegas Teguh.
BMKG memastikan peringatan ini akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan cuaca terbaru di wilayah selatan Jawa Tengah.

Leave a Reply