JOSS.CO.ID, Semarang – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan Senin pagi (14/4), setelah pasar merespons positif langkah terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melunak terhadap kebijakan tarif perdagangan, khususnya untuk produk elektronik.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa keputusan Trump untuk mengecualikan sekitar 20 jenis perangkat elektronik dari daftar tarif balasan atau reciprocal tariffs memberikan dorongan positif terhadap pasar keuangan global.
“Langkah ini menjadi katalis yang cukup kuat. Kita bisa lihat saham produsen elektronik di kawasan Asia langsung menguat pagi ini, dan itu turut mendorong penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS,” jelas Ariston, Senin (14/4/2025).
Adapun daftar barang yang dikecualikan dari tarif tersebut meliputi ponsel pintar, komputer, router, semikonduktor, dan sejumlah perangkat elektronik lainnya. Kebijakan ini disambut baik oleh pelaku pasar karena dianggap mampu menurunkan ketegangan dagang yang sempat membayangi prospek ekonomi global.
Selain faktor eksternal tersebut, pelemahan indeks dolar AS juga menjadi penopang penguatan rupiah. Dolar AS tercatat turun di bawah level psikologis 100, level yang belum disentuh sejak Juli 2023. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak negatif kebijakan tarif Trump terhadap ekonomi dan stabilitas keuangan dalam negeri AS.
“Secara keseluruhan, sentimen yang berkembang saat ini mendukung penguatan rupiah. Namun, pergerakan ini bisa bersifat sementara karena pasar masih sangat sensitif terhadap pernyataan atau perubahan kebijakan dari tokoh penting dunia,” tambah Ariston.
Dengan perkembangan tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak menguat menuju level support di Rp16.700 per dolar AS, sementara area resistensi berada di kisaran Rp16.800.

Leave a Reply