Program Desa Binaan GenBI UIN Walisongo Semarang Sukses Terlaksana Tiga Bulan

Program Desa Binaan GenBI UIN Walisongo bertajuk Arthapraja di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, resmi ditutup pada Senin (21/4/2025) di Balai Desa Getas

JOSS.CO.ID – Program Desa Binaan bertajuk Arthapraja yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Walisongo Semarang resmi berakhir.

Setelah lebih dari tiga bulan berjalan, kegiatan kegiatan yang berfokus di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, ini ditutup pada Senin (21/4/2025) di Balai Desa Getas.

Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Walisongo, perangkat desa, guru SD dan madrasah, tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta seluruh tim mahasiswa GenBI.

Program Desa Binaan Arthapraja telah berlangsung sejak 15 Januari 2025 dengan membawa misi utama untuk menanamkan nilai gotong royong, memperkuat karakter sosial masyarakat, serta mengembangkan potensi lokal desa.

Fokus program mencakup edukasi anak, pelestarian budaya, promosi Wisata Tubing Genting serta pemberdayaan pelaku UMKM melalui pelatihan dan media branding digital. GenBI UIN Walisongo mendapat apresiasi dari berbagai pihak atas kegitan ini.

Dalam sambutannya, Pembina GenBI UIN Walisongo, Margono menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa GenBI dalam menyusun dan menjalankan program dengan semangat kolaboratif yang tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras mahasiswa GenBI selama kurang lebih 3 bulan ini, mereka selalu bersemangat dan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan program, semoga apa yang telah dilaksanakan akan membawa manfaat bagi kita semua,” katanya.

Acara penutupan ditandai secara simbolis dengan pelepasan pita yang disemprotkan ke udara disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Suasana ini berlangsung hangat dan penuh keceriaan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara penutupan, digelar pula Panggung Kreasi Anak Desa yang menampilkan bakat-bakat anak-anak Desa Getas.

Penampilan yang ditampilkan antara lain hadroh, pidato dalam tiga bahasa, tari kreasi, storytelling, hingga pertunjukan seni tradisional jatilan. Penampilan ini menjadi bukti bahwa potensi anak-anak desa mampu berkembang dengan dukungan yang tepat.

Tidak hanya anak-anak yang merasakan dampaknya, masyarakat pun mengaku terbantu dan merasa diperhatikan melalui kehadiran mahasiswa GenBI UIN Walisongo.

“Desa kami ini jauh dari kota, jarang dikunjungi. Tapi mahasiswa-mahasiswa ini mau datang, bantu kami, adakan kegiatan, dan memperkenalkan desa kami ke luar. Saya sangat bersyukur,” ujar Mbah Parno, salah satu warga Desa Getas.

Program Arthapraja juga membantu mengoptimalkan potensi Wisata Tubing Genting agar lebih dikenal serta mendorong pelaku UMKM setempat agar mampu memasarkan produk secara lebih luas melalui pelatihan digital branding dan promosi online.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, warga berharap keberlanjutan dari dampak yang telah ditanam. Program pengabdian ini tidak hanya meninggalkan hasil-hasil program, tapi juga membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat.

Penutupan Program Desa Binaan Arthapraja menjadi simbol akhir dari sebuah proses, namun juga menjadi awal dari harapan baru bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat desa dapat menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*