Gandeng Lemhanas, Gubernur Luthfi Gagas Retret Kepala OPD Pemprov Jateng

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-68 Lemhanas RI di kantornya, Kota Semarang, Selasa (22/5/2025). (Pemprov Jateng(

JOSS.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menggagas kegiatan retret kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng. Luthfi akan menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI.

Hal ini dikatakan Luthfi usai menerima kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-68 Lemhanas RI di kantornya, Kota Semarang, Selasa (22/5/2025).

Awalnya mantan Kapolda Jateng itu mengatakan akan menggandeng Lemhanas untuk memberikan panduan dan analisa terkait indeks ketahanan wilayah.

“Kita tetap menggandeng dan meminta saran kepada Lemhanas. Di sana kan ada Labkurtanas (Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional). Itu bisa menganalisa indeks ketahanan wilayah. Itu yang akan kerja samakan,” ungkapnya.

Dia juga mengutarakan akan bekerja sama dengan Lemhanas untuk menggelar retret bagi kepala OPD di Jawa Tengah. Lemhanas akan memberikan panduan dalam rangka penjabaran terkait Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Sehingga OPD kita di provinsi akan lebih punya daya dobrak membangun wilayah. Nanti akan jadi satu-satunya provinsi yang melakukan retret,” beber dia.

Gubernur Lemhanas RI, Ace Hasan Syadzily mengaku siap untuk bekerjasama dengan Pemprov Jateng. Baik terkait analisis indeks ketahanan maupun terkait retret OPD.

Sebelum kerja sama itu dilakukan, Ace lebih dahulu mendampingi peserta SSDN Pendidikan Penyiapan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-68 yang akan melakukan pendidikan di Jawa Tengah selama beberapa hari.

“Ini bagian dari bagaimana Lemhanas melakukan pendidikan agar para peserta bisa menggali berbagai persoalan yang dihadapi khususnya locus pendidikan di Jawa Tengah,” katanya.

Para peserta tersebut akan mengekplorasi terkait beberapa isu terutama tentang Asta Gatra. Baik ideologi, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana seorang pemimpin menghadapi kondisi geo politik dan geo ekonomi global saat ini. Tujuannya agar sebagai bangsa memiliki ketahanan nasional di tengah berbagai ketidakpastian global.

“Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro, dan Kapolda Jateng yang memfasilitasi bagi proses pendidikan SSDN ini,” kata Ace.

“Para calon pemimpin harus memiliki wawasan agar dapat mengantisipasi dan memanfaatkan berbagai peluang geopolitik dan geo ekonomi global tersebut agar ketahanan ekonomi dan sosial kita ,budaya kita akan semakin kuat,” imbuhnya.

Ace juga menjelaskan alasan memilih Jateng sebagai tempat SSDN untuk angkatan ke-68. Selain posisi Jateng strategis, memiliki banyak kawasan ekonomi khusus dan program strategis nasional. Semua itu adalah upaya untuk meningkatkan dan memajukan masyarakat Indonesia.

“Kita tahu bahwa Presiden Prabowo telah mencanangkan Asta Cita, salah satunya adalah bagaimana mendorong ketahanan pangan, energi, dan ketahanan ekonomi. Jateng adalah provinsi yang memiliki potensi strategis tersebut,” ungkapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*