
JOSS.CO.ID, Jepara – Dalam upaya memperkuat konektivitas antara pemerintah dan masyarakat desa, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar meluncurkan program inovatif bertajuk “Bupati Ngantor di Desa.”
Program ini mulai dilaksanakan pekan ini sebagai langkah konkret menyerap aspirasi langsung dari warga dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
Bupati Witiarso menyampaikan bahwa dari total 194 desa dan kelurahan di Jepara, pihaknya telah menetapkan 16 desa sebagai percontohan. Desa-desa ini dipilih untuk menjadi model dalam pengembangan desa secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Jepara.
“Program ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Kami ingin menghadirkan pelayanan publik langsung di tengah masyarakat serta mendengar aspirasi mereka secara langsung. Ini akan berjalan berkelanjutan demi percepatan pembangunan desa,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Ruang RMP Soesrokartono, Setda Jepara, Kamis (10/4/2025).
Pelaksanaan program dijadwalkan mulai 15 April hingga 29 Juli 2025, dengan kunjungan setiap hari Selasa di desa-desa dari 16 kecamatan yang telah ditentukan. Di setiap desa, kegiatan akan difokuskan pada pelayanan langsung, diskusi pembangunan, serta peninjauan lapangan.
Berbagai layanan publik akan dibuka, seperti layanan administrasi kependudukan, Posyandu, pemeriksaan kesehatan, layanan KB, serta perizinan usaha mikro. Lokasi pelayanan akan menyesuaikan fasilitas yang tersedia di masing-masing desa, seperti balai desa, PKD, atau titik pelayanan lainnya.
Selain itu, Bupati juga akan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan desa, sekaligus melakukan inspeksi infrastruktur seperti jalan desa, rumah tidak layak huni (RTLH), serta bangunan sekolah. Potensi desa seperti wisata lokal dan produk unggulan juga menjadi fokus kunjungan.
Untuk memastikan efektivitas program, setiap kunjungan akan dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama kepala desa, camat, dan instansi teknis. Diskusi ini bertujuan menggali ide, mengevaluasi permasalahan, dan menyusun langkah konkret untuk pembangunan desa.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga menunjuk penanggung jawab di tiap kecamatan, yang terdiri dari asisten Sekda, kepala dinas, dan camat. Mereka ditugaskan mendampingi pelaksanaan program serta mengoordinasikan data dan potensi desa yang akan dijadikan dasar evaluasi di tahap berikutnya.
“Kami ingin program ini berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil dari kunjungan ini akan menjadi pijakan kebijakan pembangunan selanjutnya,” ujar Bupati Witiarso.
Program “Bupati Ngantor di Desa” akan dilaksanakan di:
- Desa Sumberrejo (Donorojo),
- Desa Kunir (Keling),
- Desa Kaliaman (Kembang),
- Desa Sinanggul (Mlonggo),
- Desa Lebak (Pakis Aji),
- Desa Batealit (Batealit),
- Desa Menganti (Kedung),
- Desa Ngeling (Pecangaan),
- Desa Banyuputih (Kalinyamatan),
- Desa Kendengsidialit (Welahan),
- Desa Bungu (Mayong),
- Desa Ngetuk (Nalumsari),
- Desa Banjaragung (Bangsri),
- Desa Kedungcino (Jepara),
- Desa Krapyak (Tahunan),
- Desa Parang (Karimunjawa).
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap dapat mempercepat transformasi desa menjadi lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi dengan mengedepankan partisipasi masyarakat serta kekuatan potensi lokal.

Leave a Reply