Utang Luar Negeri Indonesia Naik 5,1% Hampir Rp7.000 Triliun, Didominasi Pemerintah

Ilustrasi hutang luar negeri indonesia. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2025 mencapai US$ 427,5 miliar atau sekitar Rp 6.973 triliun, naik 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh utang pemerintah dan bank sentral, sementara utang sektor swasta mengalami penurunan.

Data BI menunjukkan ULN pemerintah pada Januari 2025 tercatat sebesar US$ 204,8 miliar, meningkat 5,3% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) internasional. BI juga mencatat bahwa utang luar negeri pemerintah digunakan untuk mendukung belanja prioritas negara.

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang terus dikelola secara prudent dan efisien, alokasi pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, Senin (17/3/2025).

Sementara itu, utang luar negeri swasta turun 1,7% menjadi US$ 194,4 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kontraksi utang lembaga keuangan, yang turun 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari segi sektor, sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, menyumbang 79,4% dari total utang luar negeri swasta. Utang swasta juga didominasi oleh utang jangka panjang, yang mencapai 76,6% dari total utang luar negeri swasta.

Dari sisi negara pemberi pinjaman, Indonesia memiliki utang terbanyak kepada Singapura (US$ 55,7 miliar), Amerika Serikat (US$ 27,6 miliar), dan China (US$ 23,2 miliar). Kenaikan utang terbesar tercatat pada pinjaman dari China, sementara utang dari Singapura dan AS mengalami penurunan.

Meskipun ULN naik, BI menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 30,3% pada Januari 2025, dibandingkan dengan 30,5% pada Desember 2024. ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari utang jangka panjang, yang mencakup 84,7% dari total ULN.

“Utang luar negeri tetap dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambah Denny.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*