Kemenperin Dukung Pembangunan Kilang Minyak 1 Juta Barel: Hemat Devisa 147 Triliun

Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian mendukung rencana pembangunan kilang minyak baru dengan total kapasitas hingga satu juta barel per hari. Proyek ini diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga US$ 9 miliar (sekitar Rp 147 triliun) karena dapat mengurangi impor nafta.

Dalam rangka menuju substitusi impor, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai pembangunan refinery ini berguna untuk menguatkan hulu di sektor petrokimia.

“Serta dapat berdampak positif pada penguatan nilai tambah dan investasi, hingga penyerapan tenaga kerja,” katanya, dalam siaran pers, dikutip Jumat (14/3/2025).

Nafta adalah salah satu produk minyak bumi yang digunakan sebagai bahan baku bensin atau petrokimia. Nafta dihasilkan dari proses distilasi minyak mentah di Crude Distillation Unit (CDU). Untuk menghasilkan satu juta ton nafta per tahun, Indonesia membutuhkan sekitar 3,03 juta ton minyak mentah.

Saat ini, Indonesia memiliki enam kilang minyak yang sudah sangat tua. Dari enam kilang tersebut, hanya dapat memproduksi 7,1 juta ton nafta per tahun, sementara kebutuhan nafta nasional mencapai 9,2 juta ton per tahun, sehingga masih ada kekurangan sekitar 2,1 juta ton yang harus diimpor.

Jika kebutuhan nafta dapat dipenuhi secara domestik, Indonesia berpotensi menghemat devisa hingga US$ 9 miliar atau Rp 147 triliun per tahun. Pembangunan kilang baru juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produksi bahan baku farmasi dalam negeri.

Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian ESDM untuk membangun kilang minyak baru di Tuban, yang sudah memiliki pabrik petrokimia PT TPPI. PT TPPI saat ini memproduksi petrokimia dan bahan bakar, dan untuk mencapai integrasi yang lebih baik, dibutuhkan fasilitas olefin yang berbahan baku nafta.

“Tuban ini akan menjadi pusat industri besar yang melibatkan sektor-sektor seperti semen, petrokimia, minyak dan gas, serta industri maritim,” kata Agus.

Proyek Kilang Tuban yang dikembangkan oleh PT Pertamina juga akan menjadi pabrik terintegrasi untuk mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar dan produk petrokimia dengan nilai tambah tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*