
JOSS.CO.ID, Semarang – Seluruh tulisan aksara Jawa pada plang papan nama di sekolah-sekolah negeri, museum, dan taman budaya, yang berada di naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Jateng) Provisi Jawa Tengah (Jateng) akan diperiksa.
Hal ini buntut adanya kesalahan kaidah penulisan aksara Jawa pada plang papan nama di Kantor Disdikbud Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pemuda Kota Semarang. Bahkan plang yang tulisannya salah ini telah terpasang selama tiga tahun.
Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk mencecek setiap plang di sekolah, museum, dan taman budaya, yang memuat tulisan menggunakan huruf Jawa kuno.
“Nanti dicek semuanya, di sekolah-sekolah, museum, taman budaya, yang semuanya di bawah Dinas Pendidikan (Disdikbud),” kata dia, Kamis (6/3/2025).
Hal ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan akibat kesalahan tulis aksara Jawa pada papan nama di Kantor Disdikbud Jawa Tengah.
“Sudah kita perintahkan semua tulisan-tulisan di tempat yang ada tulisan aksara Jawa-nya itu segera dicek, dievaluasi, dan dilakukan pembenahan,” ungkap Uswatun.
Atas kesalahan yang terjadi sebelumnya, pihaknya mengaku khilaf. Dia juga sudah meminta tulisan aksara Jawa pada papan nama Kantor Disdikbud Jateng dilepas dan diganti dengan tulisan yang benar.
Uswatun mengakui bahwa papan nama yang salah tulis tersebut terpasang sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2022. Dia berdalih, saat menulis dan memasangnya, petugas tidak melakukan konsultasi kepada ahlinya.
“Mungkin karena yang bikinnya gak tahu jadi, gak tahu yang bener tulisannya seperti apa. Kesalahannya kita tidak memverifikasi ke sumber yang lain,” bebernya.
Adapun kesalahan ini terkuak setelah akun instagram @nulisjawayuk mengulasnya dalam sebuah konten video. Bahkan video itu mendapatkan ribuan likes dan ratusan komentar dari warganet.
“Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Jawa Tengah ternyata masih ada salah penulisan aksara jawanya,” tulis potongan narasi akun @nulisjawayuk.
Ulasannya, @nulisjawayuk menyatakan adanya kesalahan fatal bahwa pangkon seharusnya tidak ditempatkan di tengah kata, tetapi di akhir kalimat untuk mematikan aksara.
Kemudian saat dicek melalui Google Street, ternyata kesalahan penulisan aksara Jawa di papan nama Gedung Disdikbud Jateng tersebut sudah terjadi sejak September 2022.
Lebih jelasnya, kesalahan penempatan pangkon berada di tengah kata ‘pemerintah’, ‘provinsi’, dan ‘pendidikan’. Belum lagi, pembacaan ‘Pro’ di awal ‘Provinsi’ menjadi ‘Pra’. Termasuk ada taling dan tarung berjejer membuat aksara tidak bisa terbaca.

Leave a Reply