
JOSS.CO.ID, Semarang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sekitar 600 sekolah yang rusak perlu dilakukan perbaikan. Adapun anggaran perbaikan per sekolah berkisar antara Rp500 hingga Rp2 miliar.
Sekretaris Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaeni mengaku saat ini sedang mengidentifikasi kategori kerusakan di 600 sekolah tersebut. Mengingat, infrastruktur sekolah juga menjadi prioritas pembangunan dalam 100 hari kerja Gubernur Ahmad Luthfi.
“Benar, sekitar 641 itu memang data masuk saat ini dari Dapodik [Data Pokok Pendidikan]. Namun, masih kita validasi lagi. Mana yang nanti sudah benar-benar rusak, kita skemakan penanganan,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.
Penanganan yang dimaksud ialah apabila sekolah yang rusak kategori negeri, maka akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/Negara (APBD/APBN). Apabila sekolah swasta, maka skema perbaikannya melalui mekanisme hibah.
“Prioritas utama, nanti kita usulkan DAK (Dana Alokasi Khusus). Berapa anggarannya, masih dibahas, termasuk APBN nanti yang kita usulkan kebutuhannya berapa,” kata Syamsudin.
Dia mengatakan, perbaikan 600 sekolah rusak ini dilakukan secara bertahap, sesuai kategori kerusakan yang sudah dipetakan mulai dari berat, sedang, dan ringan. Sehingga bisa saja penanganannya tidak bisa dilakukan seluruhnya pada tahun 2025 ini.
“Apalagi tahun ini DAK fisik bangunan sampai hari ini belum ada alokasi, fokusnya masih ke APBD. Dan perbaikan satu sekolah itu, kalau wajar Rp500 juta, tetapi berat bisa capai Rp1-2 milliar,” ungkap dia.
Sebelumnya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan akan memprioritaskan pembangunan. infrastruktur. Tidak hanya sebatas jalan provinsi, melainkan juga infrastruktur sekolah yang saat ini kondisinya memprihatinkan.
“Dari 2.062 satuan pendidikan yang menjadi kewajiban provinsi, kita perlu recovery (perbaiki) 605, karena kondisinya rusak ,” kata Luthfi pada sebuah kesempatan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mencatat ada sebanyak 1.002 satuan pendidikan dengan kondisi kelas belum layak. Sehingga total infrastruktur sekolah yang menjadi perhatian di bawah kepemimpinannya ada sebanyak 1.067 satuan pendidikan.
“Dan 1.002 kondisin kelas belum proposional. Akan kita perbaiki di tahun pertama saya menjabat,” ungkap Mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.

Leave a Reply