2 Ribu Sekolah dan Ruang Kelas di Jateng Rusak, Infrastruktur Jadi Prioritas Pembangunan

Gubenur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi perbaikan infrastruktur jalan menjelang persiapan arus mudik dan balik lebaran di Kantor Gubernur Jateng, Senin (3/3/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) fokus pada program pembangunan infrastruktur pada tahun 2025. Infrastruktur seperti gedung sekolah dan ruangan kelas rusak yang jumlahnya lebih dari 2.800 unit akan diperbaiki.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berkata, dalam melakukan pembangunan infrastruktur, pihaknya akan berkolaborasi bersama pemerintah pusat, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.

Pertama yang dilakukan percepatan ialah jalan rusak parah akibat cuaca ekstrem pada awal tahun. Targetnya dua minggu sebelum Hari Lebaran jalan sudah dalam kondisi mantap sehingga bisa digunakan masyarakat untuk mudik.

“Infrastruktur jalan baik itu yang provinsi, nasional, kabupaten, kota, hari ini harus rampung sehingga pada saat pelaksanaan operasi mudik lebaran nanti Jateng menjadi center masyarakat betul-betul terlayani,” katanya di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (3/3/2025).

Selain jalan, infrastruktur sekolah juga perlu mendapatkan perbaikan. Saat ini ada sebanyak 648 sekolah di Jateng dan 1.868 ruangan kelas yang perlu direnovasi karena rusak berat.

“Kemudian yang kedua infrastruktur sekolah yang menjadi kewajiban provinsi ada 2.600 sekolah harus kita benahi dan kita maksimalkan,” ungkap Ahmad Luthfi.

Selanjutnya Pemprov Jateng melakukan pembangunan infrastruktur pertanian untuk mendukung swasembada pangan. Waduk, embung, dan jaringan irigasi dioptimalkan agar produktivitas pertanian meningkat.

“Termasuk infrastruktur swasembada pangan, yaitu pertanian. Jadi kita punya embung, punya waduk, indikatornya sekunder, primer, harus kita maksimalkan,” ucap Mantan Kapolda Jateng tersebut.

Selain masalah infrastruktur, Pemprov Jateng akan berfokus pada pendidikan dan pembangunan manusia guna menggapai Indonesia Emas 2045. Kualitas pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal seperti pesantren akan ditingkatkan.

“Nanti (agar) memenuhi Indeks Indonesia Emas 2045 tingkat masyarakat harus kita maksimalkan, khususnya berdaya guna, dan potensial sekolah kami sampai maksimal. Baik itu yang sekolah umum maupun pesantren, dan lain sebagainya,” kata Ahmad Luthfi.

Untuk penguatan SDM, Ahmad Luthfi menyinggung soal kurikulum pendidikan mestinya memberikan bekal pada siswa agar siap bekerja. Setelah program infrastruktur di tahun 2025 selesai, pada 2026 akan fokus pada meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

Pada tahun 2027 Pemprov Jateng akan mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumb ekonomi. Adapun pada 2028 peningkatan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri.

Pada tahun terakhir di periode pertama kepemimpinannya, Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen bakal memastikan pertumbuhan daya saing daerah menuju Jawa Tengah maju dan berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*