Waspada Palung Pantai Selatan Jogja, Wisatawan Dilarang Berenang

Pantai Parangtritis Jogja
Pantai Parangtritis Jogja (Reezky Pradata's Images)

JoSS, JOGJA – Para pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan, diingatkan untuk tidak berenang di Pantai Selatan dan harus waspada terhadap palung yang ada di sana. Pantai Selatan memiliki karakteristik yang berbeda dengan Pantai Utara yang dikenal dengan gelombang tinggi dan palung pasir, terutama seperti yang terdapat di Pantai Parangtritis. Karena itu, kecelakaan laut masih sering terjadi karena beberapa wisatawan nekat bermain air tanpa memahami kondisi sebenarnya di pantai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan informasi kepada wisatawan tentang bahaya di Pantai Selatan. Informasi ini disampaikan baik melalui petugas langsung maupun lewat rambu peringatan serta media sosial. Pantai Selatan perlu diwaspadai karena meskipun terlihat tenang, namun di bawahnya terdapat palung yang berbahaya.

” Kami menghimbau wisatawan untuk mematuhi petugas, memperhatikan rambu-rambu yang sudah ditanam di sana, gelombang pantai serta cuaca yang tak menentu. Sekali lagi jangan tertipu dengan kondisi yang tenang di Pantai Selatan.Justru kalau gelombangnya tenang justru di bawahnya ada palung. Kita harus bisa berwisata dengan aman, utamanya memperhatikan keselamatan masing-masing,” tutur Noviar dikutip dari jogjaprov.go.id, Rabu (10/07).

Noviar menekankan pentingnya mematuhi himbauan petugas, memperhatikan rambu peringatan, kondisi gelombang, dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Dia juga mengingatkan agar wisatawan tidak terjebak oleh kesan tenangnya air di Pantai Selatan, karena kondisi seperti ini seringkali menyembunyikan bahaya yang sebenarnya. Selain itu, pihaknya telah memasang bendera merah dan papan peringatan di lokasi-lokasi dengan palung, yang artinya dilarang untuk berenang di sana.

” Selain memasang bendera merah, kami juga memasang papan – papan peringatan atau larangan. Sebenarnya, kami juga cukup kesulitan akan karakter Pantai Selatan yang disamakan dengan pantai – pantai lain. Belum lagi, pihaknya minim petugas yang tidak bisa menempati setiap meter, seperti kejadian kecelakaan laut kemarin yang jaraknya satu kilometer dari pos pantau,”jelas Noviar.

Selain upaya pencegahan melalui rambu-rambu dan informasi langsung, BPBD DIY bekerja sama dengan Satlinmas Rescue Istimewa DIY untuk menjaga keamanan di pantai dengan ketat. Pos-pos pantau disiapkan dengan peralatan keselamatan lengkap seperti jaket pelampung, papan surfing, jet ski, dan lainnya. Petugas siaga 24 jam di pantai-pantai seperti Parangtritis dan Depok, serta melakukan pengawasan intensif selama musim liburan.

” Dengan berbagai potensi dan kondisi pantai Selatan yang beda inilah, maka tolong patuhi semua himbauan yang ada. Sangat penting pula bagaimana masing-masing pengunjung itu menjaga keselamatan diri terlebih dahulu dengan memperhatikan himbauan para petugas dan mematuhi rambu-rambu peringatan yang ada,” imbuh Noviar.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*