
JoSS, JAKARTA – Kelompok peretas server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2, yang dikenal dengan nama Brain Cipher, telah mengumumkan melalui media sosial X atau Twitter, dengan akun @stealthmole_int, bahwa mereka akan merilis kunci dekripsi secara gratis pada Rabu, 3 Juli 2024. Kelompok Brain Cipher ini juga meminta donasi melalui skema Monero Wallet sebagai kompensasi atas usaha mereka. Apa sebenarnya Monero Wallet itu?
Sejarah dan Cara Kerja Monero Wallet
Monero adalah mata uang kripto yang menitikberatkan pada transaksi bersifat privat dan anti-sensor. Hal ini membedakannya dari kripto lain seperti Bitcoin dan Ethereum, yang memiliki blockchain transparan. Pada mata uang kripto umum, transaksi dapat diverifikasi dan dilacak, sehingga alamat pengirim dan penerima bisa dikaitkan dengan identitas dunia nyata. Monero, sebaliknya, menggunakan teknologi yang menjamin privasi pengguna.
Dirilis pada April 2014, Monero awalnya berbasis pada kode referensi CryptoNote. Setelah melalui beberapa perombakan dan migrasi blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas, Monero kini menggunakan teknologi seperti RingCT (Ring Confidential Transactions) untuk menyembunyikan jumlah transaksi, Stealth Addresses untuk menyembunyikan alamat penerima, serta ring signatures untuk memastikan privasi pengirim.
Monero menggunakan algoritma POW (Proof of Work) yang tahan terhadap ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dan ramah CPU bernama RandomX, yang menggantikan algoritma sebelumnya, CryptoNight. Blok baru pada Monero dibuat setiap dua menit, dengan ukuran blok yang dinamis dan skema block reward penalty untuk memastikan skalabilitas.
Menggunakan Monero Wallet
Untuk menggunakan Monero, pengguna bisa memilih berbagai jenis dompet (wallet) yang tersedia, seperti Monero GUI Wallet, Monero CLI Wallet, Mobile & Light Wallets, Import Blockchain, dan Hardware Wallets. Monero GUI Wallet, yang dapat digunakan secara gratis, cocok bagi pemula hingga pengguna tingkat lanjut. Hardware Wallets, yang dianggap paling aman secara kriptografis, mencakup perangkat seperti Ledger Nano (S, S Plus, dan X) dan Trezor (Model T, Safe 3).
Transaksi Monero dapat dilakukan dengan membeli melalui bursa atau secara perorangan. Monero Wallet juga memungkinkan pengguna untuk membeli mata uang kripto lain atau melakukan jual beli dengan mata uang fiat seperti USD, EUR, dan GBP di berbagai bursa.
Monero Wallet menjadi pilihan peretas Brain Cipher karena menawarkan tingkat privasi dan keamanan tinggi, berbeda dengan kripto lainnya yang memiliki blockchain transparan. Teknologi yang digunakan Monero menjamin anonimitas pengirim dan penerima, serta menyembunyikan jumlah transaksi, menjadikannya ideal untuk skema donasi seperti yang digunakan oleh peretas ini. Dengan demikian, Monero bukan hanya alat transaksi, tetapi juga sebuah langkah strategis dalam upaya mereka untuk mengumpulkan dana tanpa terdeteksi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply