Yogyakarta Dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia, Menjadi Inspirasi bagi Daerah Lain

Kota Batik Dunia
Dekranasda DKI Jakarta melakukan studi banding ke Dekranasda DIY pada Senin (13/05).(Dokumentasi Humas Pemprov DIY)

JoSS, JOGJA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council) atas keberhasilannya memenuhi tujuh kriteria nilai, yaitu sejarah, keaslian, pelestarian, ekonomi, ramah lingkungan, global, dan keberlanjutan.

Pengembangan dan pembinaan terhadap kreativitas di DIY terus dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY dan Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Hal ini menjadi alasan bagi Dekranasda DKI Jakarta untuk melakukan studi banding ke Dekranasda DIY pada Senin (13/05).

Rombongan yang dipimpin oleh Pj. Dekranasda DKI Jakarta, Mirdiyanti Heru, disambut hangat oleh Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAA Paku Alam di Ruang Parangkarsa, Pura Pakualaman, Yogyakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Dekranasda DIY menunjukkan berbagai program pengembangan diri dan fasilitas digitalisasi yang dikelola dan didukung oleh Pemerintah Daerah DIY untuk mendukung kreativitas penggiat kerajinan.

Salah satu bentuk dukungan dari Pemda DIY adalah program gratis ongkos kirim bagi pelaku UMKM yang memasarkan produknya melalui SiBakoel Jogja.

Dekranasda DIY juga menjadi etalase bagi produk kreatif untuk dipasarkan, tidak hanya batik sebagai ikon, tetapi juga berbagai jenis kerajinan lainnya yang sudah terkurasi dengan baik.

Gusti Putri, menyebut bahwa sebagai daerah dengan potensi kreatif yang tinggi, DIY memang menyiapkan generasi mudanya untuk siap bersaing di industri kreatif.

Hal ini tercermin dari penanganan Sekolah Menengah Kejuruan yang dilakukan secara serius dan mendalam, agar lulusan dapat langsung terjun di dunia kerja industri kreatif, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita memang memfasilitasi untuk industri kreatif ini dengan serius. Apalagi DIY ini kan bisa di bilang hidup dari UMKM. Jadi kita benar-benar konsentrasi di situ,” ungkap Gusti Putri.

Dalam kunjungan tersebut, Gusti Putri juga berkesempatan memamerkan batik-batik buah karyanya yang berasal dari naskah-naskah kuno yang diterjemahkan melalui goresan canting.

Mahakarya langka dan eksklusif tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang mampu memukau para tamu, dan Gusti Putri memberikan batik-batik karyanya sebagai kenang-kenangan bagi anggota Dekranasda DKI Jakarta.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi yang turut mendampingi Gusti Putri menjelaskan, kunjungan dari Dekranasda DKI ini dapat membuka peluang kerjasama.

Meskipun awalnya hanya untuk study banding, namun Siwi yakin, setelahnya peluang kerjasama terutama di bidang pemasaran akan semakin terbuka. Selain itu, tidak bisa dipungkiri, pasar di Jakarta memang lebih luas jangkauannya.

“Saat ini DIY kan ada program gratis ongkir dari Dana Keistimewaan. Ini akan mempermudah pemasaran kita. Melalui SiBakoel Jogja, program ini mampu memberikan kemudahan lebih untuk pembeli dari luar DIY. Artinya apa? Peluang meningkatnya penjualan akan semakin besar. Ini daerah lain belum punya program ini,” jelas Siwi dikutip dari laman jogjaprov.go.id.

Siwi menyebut, kerjasama antara Dekranasda DIY dan Dinas Koperasi dan UMKM DIY sejauh ini berjalan dengan sangat baik.

Kolaborasi inilah yang membuat pertumbuhan industri kreatif di DIY berkembang pesat. Hingga saat ini, tidak bisa dipungkiri, industri kreatif bergandengan erat dengan industri pariwisata, menjadi penopang pertumbuhan ekonomi DIY.

Sementara itu, Pj. Dekranasda DKI Jakarta, Mirdiyanti Heru menyebut, alasan perkembangan batik DIY menjadi hal utama dirinya dan tim mengunjungi DIY.

Namun ternyata, bukan hanya batik yang menjadi potensi. Ia dibuat terkejut dengan fakta lapangan bahwa kerajinan di DIY jauh melebihi ekspektasinya.

“Saya seperti mendapat kejutan. Sudah disambut hangat, dapat ilmu baru, dan bahkan ilmunya melebihi apa yang saya bayangkan. Sekuat itu pengembangan industri kerajinan di sini. Apalagi batiknya. Gusti Putri ternyata pembatik, dan karyanya benar-benar luar biasa,” ungkap Mirdiyanti.(RJ)

 

Baca Juga: Yogyakarta Terpilih Sebagai Tuan Rumah 11th WFD RSA 2024

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*