Ketegangan Antar Rusia dan NATO: Siap Hadapi Serangan Nuklir?

NATO serangan nuklir
Tentara Ukraina mencari target dengan peluncur rudal pertahanan udara Stinger AS di garis depan di Wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, Selasa, 28 Mei 2024. (Foto AP/Andriy Andriyenko)

JoSS, MOSKOW – Negara-negara anggota NATO tengah bersiap-siap menghadap kemungkinan serangan nuklir dari Rusia, demikian dikatakan oleh seorang jenderal senior dari Moskow.

Vladimir Kulishov, wakil direktur pertama Dinas Keamanan Federal Rusia, mengungkapkan bahwa operasi intelijen NATO di dekat perbatasan Rusia terus meningkat, dengan pasukan aliansi intensif dalam pelatihan militer untuk menghadapi skenario serangan nuklir terhadap Rusia.

“Operasi intelijen NATO di dekat perbatasan Rusia sedang meningkat. Pasukan aliansi mengintensifkan pelatihan militer, di mana mereka menyusun skenario militer melawan Federasi Rusia, termasuk serangan nuklir di wilayah kami,”ujarnya kepada kantor berita pada Selasa (28/05).

Para pejabat Rusia telah mengkritik skema pembagian senjata nuklir NATO, di mana sejumlah senjata Amerika disimpan di negara-negara non-nuklir seperti Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.

Moskow sangat prihatin dengan keterlibatan negara-negara non-nuklir dalam latihan militer terkait penggunaan senjata nuklir.

Konflik di Ukraina juga menjadi salah satu pemicu ketegangan antara Rusia dan NATO, di mana Moskow menyalahkan ekspansi NATO di Eropa serta meningkatnya kehadiran aliansi tersebut di Ukraina sebagai pemicu krisis yang sedang berlangsung.

Pihak Rusia menganggap langkah-langkah militer yang dilakukan oleh AS dan sekutunya sebagai ancaman langsung terhadap negaranya.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini memerintahkan latihan militer untuk menguji kemampuan Rusia dalam menggunakan senjata nuklir non-strategis sebagai tanggapan terhadap pernyataan bermusuhan yang dikeluarkan oleh Barat.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk reaksi terhadap ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan NATO.

Dengan eskalasi ketegangan yang terus berlangsung, para pejabat di Moskow telah memperingatkan bahwa dukungan militer yang diberikan oleh AS dan sekutunya kepada Kiev dapat mengakibatkan perang nuklir yang tidak terkendali.

Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi perang langsung antara Rusia dan negara-negara anggota NATO dalam waktu dekat.(RJ)

 

 

Baca Juga: Berita Internasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*