
JoSS, SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rute armada “feeder” Trans Semarang yang telah beroperasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kemudahan mobilitas masyarakat yang menggunakan layanan transportasi ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengungkapkan bahwa evaluasi ini mencakup seluruh jalur Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, dengan fokus pada jalur “feeder” yang menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor BRT Trans Semarang.
“Kalau ‘feeder’ untuk tahun ini. Untuk kedepannya, memang semua jalur BRT (Bus Rapid Transit Trans Semarang) akan kami kaji ulang,” ujar Danang Kurniawan, seperti dikutip dari Antara.
Meskipun jalur “feeder” telah beroperasi dengan baik selama ini, Dinas Perhubungan menganggap bahwa perlu adanya peninjauan ulang seiring dengan perkembangan kawasan permukiman, terutama terkait jarak tempuh dan pembiayaan.
“Sementara ini masih ada beberapa yang harus kami perbaiki dulu. Karena terkait jarak dan pembiayaannya. Akan kami ‘rerouting’. Semuanya, ya, supaya lebih efektif,” tambahnya.
Baca Juga: Aplikasi SiAnteng: Calon Penumpang Bisa Beli Tiket Hingga Cek Lokasi Bus Trans Jateng Real Time
Namun, hingga saat ini belum ada rencana konkret untuk menambahkan rute atau koridor baru dalam jaringan Trans Semarang. Danang menegaskan bahwa perubahan pola pelayanan transportasi akan selalu terjadi seiring dengan perkembangan kota, termasuk kemunculan bangkitan lalu lintas baru, permukiman baru, serta kawasan perekonomian baru.
“Ada mungkin bangkitan lalu lintas baru, permukiman baru, mungkin ada sekolah, tempat kegiatan perekonomian baru. Di situ memerlukan ‘back up’ angkutan transportasi,” jelasnya.
Saat ini, BRT Trans Semarang melayani sebanyak delapan koridor yang mencakup berbagai rute, termasuk dari Mangkang hingga Penggaron, Terboyo hingga Sisemut, Tanjung Mas hingga Jatingaleh, Cangkiran hingga Stasiun Tawang, Meteseh hingga PRPP, Terboyo hingga Balai Kota Semarang, dan Cangkiran hingga Simpang Lima.
Sedangkan untuk “feeder”, terdapat empat rute yang aktif, meliputi Feeder 1 yang melayani Ngaliyan hingga Dr. Suratmo, Feeder 2 dari Terboyo menuju Rusunawa Kudu, Feeder 3 yang menghubungkan Penggaron dan Banyumanik, serta Feeder 4 dengan rute Jatibarang hingga Gunungpati.
Dengan kajian ulang yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, diharapkan pelayanan transportasi massal dalam kota ini dapat terus ditingkatkan guna mendukung mobilitas masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.(lna)

Leave a Reply