Bandara Adi Soemarmo Solo Perpanjang Jam Operasional, Dorong Peningkatan Penerbangan

Jam Operasional Bandara Adi Soemarmo
Mulai tanggal 25 Oktober 2023, jam operasional Bandara Adi Soemarmo 07.00-19.00 LT (ist)

JoSS, SOLO – Bandara Adi Soemarmo di Boyolali  Solo telah memutuskan untuk memperpanjang jam operasional selama tiga jam setiap harinya, dengan tujuan meningkatkan frekuensi penerbangan dan menambah rute penerbangan dari dan ke Bandara Adi Soemarmo.

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Adi Soemarmo, Erick Rofiq Nurdin, perubahan ini akan berlaku mulai tanggal 25 Oktober 2023. Sebelumnya, bandara ini beroperasi dari jam 08.00 hingga 17.00 waktu setempat, namun dengan perubahan ini, jam operasional akan diperpanjang dari jam 07.00 hingga 19.00 waktu setempat. Dengan demikian, terdapat tambahan waktu operasional selama 3 jam.

“Mulai tanggal 25 Oktober 2023, jam operasional Bandara Adi Soemarmo yang semula beroperasi dari jam 08.00-17.00 LT akan ditambah menjadi dari jam 07.00-19.00 LT,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Adi Soemarmo, Erick Rofiq Nurdin dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).

Perubahan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan jumlah penerbangan, penumpang, dan kargo pesawat udara di Bandara Adi Soemarmo. Selain itu, diharapkan juga dapat mendorong maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan atau membuka rute baru dari dan ke bandara tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Purbalingga Dorong Pemanfaatan Bandara JB Soedirman untuk Perjalanan Umrah

Bandara Adi Soemarmo sebelumnya hanya melayani penerbangan domestik dan penerbangan internasional khusus haji. Namun, dengan adanya penerbangan charter umrah rute Solo-Jeddah yang beroperasi setiap Sabtu, bandara ini menjadi lebih ramai.

Perubahan jam operasional ini telah disepakati oleh pihak-pihak terkait, seperti Perum Airnav Indonesia/LPPNPI dan Lanud Adi Soemarmo.

Saat ini, Bandara Adi Soemarmo melayani sejumlah rute penerbangan domestik, termasuk Solo-Jakarta (Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma), Solo-Bali, dan Solo-Pontianak. Selain itu, terdapat penerbangan charter umrah rute Solo-Jeddah yang beroperasi setiap hari Sabtu.

“Untuk (penerbangan) reguler 20-22 flight. Ditambah charter dan extra flight di weekend biasanya 26 flight,” jelasnya.
Dengan perubahan ini, diharapkan Bandara Adi Soemarmo Solo dapat menarik lebih banyak maskapai untuk meningkatkan penerbangan dan membuka rute baru, yang pada gilirannya akan memperluas konektivitas udara bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami harapkan dengan penambahan jam operasional bandara ini dapat menjadi trigger bagi para maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan maupun membuka rute baru dari dan ke Bandara Adi Soemarmo,” ucap Hermawati. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*