JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, mengumumkan pergeseran anggaran sebesar Rp300 miliar untuk mendukung upaya penanganan stunting dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
Perubahan ini tercermin dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2023.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Ita, menjelaskan bahwa pergeseran anggaran ini dilakukan sesuai dengan aturan dan sejalan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penandatanganan KUA PPAS untuk tahun 2023 telah dilakukan setelah rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang pada Jumat (15/9/2023).
Ita menegaskan bahwa meskipun terjadi pergeseran anggaran, Pemerintah Kota Semarang tidak akan mengalami defisit anggaran pada tahun 2023. Dia juga mencatat bahwa kebijakan perubahan anggaran telah sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan hasil audit BPK tahun 2022.
Baca Juga: Ita Optimistis Ketersediaan Air Bersih di Kota Semarang Cukup Hingga Akhir Tahun
Menurut Ita, sekitar Rp300 miliar dari perubahan APBD Pemkot Semarang akan dialokasikan untuk upaya pengendalian banjir, penanganan stunting, serta pembangunan infrastruktur seperti betonisasi dan pengaspalan jalan. Pihaknya berharap bahwa pergeseran anggaran ini akan meningkatkan kesiapan Kota Semarang dalam menghadapi potensi banjir saat memasuki musim penghujan.
“Saat ini banyak peraturan yang harus diikuti terkait dengan penanganan stunting, dan kami juga mengalokasikan anggaran untuk pengendalian banjir, khususnya di Dinas Pekerjaan Umum. Namun, infrastruktur seperti betonisasi dan pengaspalan tetap berada dalam e-katalog,” jelas Ita, dikutip dari Antara.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, menyatakan bahwa pergeseran anggaran ini telah disetujui dengan penandatanganan KUA PPAS. Dia berharap anggaran yang dialihkan ini akan digunakan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan yang beragam.
“Kami telah mendapatkan penjelasan lengkap dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan keputusan ini telah disepakati bersama. Kami awalnya memiliki kekhawatiran bahwa anggaran tidak akan terserap sepenuhnya, tetapi ternyata ada kebutuhan seperti pengadaan alat di Rumah Sakit Wijayakusuma (RSWN),” ujar Kadarlusman, yang akrab disapa Pilus. (lna)

Leave a Reply