
JoSS, PURWOKERTO – Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) dan Himpunan Mahasiswa Agricultural Engineering (Himagreen) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) telah memulai Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dengan menerapkan inovasi irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Tim yang dipimpin oleh Mufti Saefurohmah (Fisika 2021) dan terdiri dari 14 mahasiswa, dibimbing oleh Ibu Adilla Luthfia S.Si., M.Si. Mereka menjalankan program dengan judul “Optimalisasi Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT untuk Meningkatkan Hasil Pertanian di Lahan Kering Desa Cendana, Purbalingga.”
Internet of Things (IoT) adalah konsep di mana objek dapat mentransfer data melalui jaringan tanpa interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.
Dikutip dari unsoed.ac.id, program ini berfokus pada masalah keterbatasan air untuk lahan pertanian kering di Desa Cendana. Survei dan wawancara telah mengungkapkan bahwa salah satu masalah pertanian di desa tersebut adalah ketersediaan air yang terbatas, terutama selama musim kemarau.
Baca Juga: Wisuda ke-150, UNSOED Luluskan 2.221 Wisudawan
Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya sumber mata air di sekitar wilayah pertanian. Akibatnya, lahan pertanian seringkali tidak dapat dimanfaatkan selama musim kemarau. Untuk mengatasi masalah ini, Tim PPK Ormawa Himafi dan Himagreen Unsoed mencoba menerapkan sistem irigasi tetes berbasis IoT untuk pertanian cabai.
Program ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai dari Juni hingga November 2023. Kegiatannya mencakup sosialisasi, pengadaan sumber air, perancangan dan instalasi irigasi tetes, perancangan otomatisasi sistem irigasi tetes, serta budidaya tanaman cabai.
Selama pelaksanaan program, tim bekerja sama dengan pemerintah Desa Cendana, karang taruna, kelompok tani Desa Cendana, dan Bapak Bashori (ketua Kelompok Tani Cipta Utama) yang memiliki lahan pertanian di desa tersebut.
Program dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Cendana untuk memberikan pemahaman tentang program yang akan dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa Himafi dan Himagreen Unsoed serta manfaat sistem irigasi tetes berbasis IoT bagi pertanian di desa tersebut.
Kemudian, sumber air dari PDAM Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dialirkan ke lahan pertanian melalui sistem irigasi tetes berbasis IoT yang telah dibangun.
Proses perancangan dan instalasi irigasi tetes mencakup pengukuran lahan, desain irigasi tetes, pembuatan alat, dan uji coba sistem irigasi tetes. Sistem ini dirancang untuk mengaliri tujuh bedengan lahan dengan menggunakan ember pencampur untuk mencampur air dengan pupuk. Hal ini memastikan bahwa air yang mengalir ke tanaman mengandung nutrisi yang diperlukan.
Selanjutnya, tim melakukan perancangan otomatisasi sistem irigasi tetes, yang mencakup perancangan sistem, pengadaan alat, perakitan, pemrograman, dan uji coba. Dengan menggunakan IoT, petani di Desa Cendana dapat memantau dan mengontrol irigasi tetes secara real-time, meningkatkan efisiensi penggunaan air di lahan pertanian.
Sistem irigasi tetes berbasis IoT ini kemudian diuji pada budidaya tanaman cabai untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penggunaan air dalam kegiatan pengairan. Jika berhasil, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi petani Desa Cendana yang mengalami kesulitan dalam pengairan lahan pertanian, terutama selama musim kemarau. (lna)

Leave a Reply