
JoSS, BOYOLALI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus memantau harga beras di Pasar Tradisional Boyolali Kota yang saat ini mencapai Rp14.000 per kilogram dengan ketersediaan stok yang memadai.
Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali, Darmadi, menjelaskan perkembangan harga beras di Boyolali hingga hari Senin ini. Harga beras jenis IR64 premium tetap dijual dengan harga Rp14.000/kg, sedangkan kualitas medium dijual seharga Rp12.500 per kg.
“Saat ini, persediaan beras masih dalam kondisi aman dan terkendali,” kata Darmadi dikutip dari Antara, Senin (11/9/2023).
Darmadi menjelaskan bahwa kenaikan harga beras di pasar tradisional saat ini disebabkan oleh kemarau panjang yang mengakibatkan petani lahan tadah hujan di Boyolali tidak dapat panen dengan optimal. Selain itu, meningkatnya permintaan beras karena banyaknya musim hajatan juga turut berkontribusi terhadap kenaikan harga.
Baca Juga: Pemkab Batang Salurkan Bantuan Beras untuk 78.799 Keluarga Penerima Manfaat
Rubinah, seorang pedagang di Pasar Boyolali Kota, melaporkan bahwa kenaikan harga beras sudah terjadi selama sekitar satu bulan karena pasokan beras ke pasar mulai menurun. “Biasanya, beras untuk pasar di Boyolali Kota dipasok dari wilayah Solo dan Mojosongo, Boyolali. Sekitar satu bulan ini pasokan menurun,” ujarnya.
Penurunan pasokan ini terjadi karena sebagian petani pada musim kemarau beralih menanam jenis tanaman palawija. Akibatnya, harga beras jenis IR64 yang awalnya dijual seharga Rp13.000 per kg naik menjadi Rp14.000/kg, sedangkan harga beras super naik dari Rp13.500 menjadi Rp15.000 per kg. Harga beras saat ini berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kg.
Rubinah mengungkapkan bahwa belum dapat diprediksi apakah harga beras akan terus naik ke depannya karena tidak diketahui kapan musim kemarau ini akan berakhir. Selain itu, sebagian petani saat ini fokus menanam palawija, yang dapat mempengaruhi harga beras di pasaran.
Suti, seorang pedagang beras di pasar yang sama, juga melaporkan penurunan penjualan beras selama satu minggu terakhir karena harga terus naik. Ia mengkhawatirkan bahwa jika harga beras terus naik, pembeli akan semakin berkurang karena tingginya harga beras yang mencapai Rp15.000 per kg.
“Harga terus naik sehingga pembeli berkurang, semoga segera ada solusi dan harga beras kembali normal,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply