
JoSS, SEMARANG – Jelang masa purna bakti andalan (pengurus) Kwarda Pramuka Jateng 2018-2023, puluhan andalan menerima penghargaan. Tanda bakti dan jasa yang diberikan, merupakan apresiasi kinerja selama mengabdi pada gerakan kepanduan tersebut.
Sekretaris Bidang Organisasi dan Hukum Kwarda Jateng Agus Widiyanto mengatakan, ada empat tanda penghargaan yang diberikan. Meliputi, Lencana Panca Warsa, Lencana Melati, Lencana Dharma Bakti, serta Lencana Karya Bakti.
“Ini bentuk penghargaan kepada andalan selama mengabdi. Pemberian ini juga diharapkan memacu prestasi dan menghargai jerih payah, agar senantiasa meningkatkan (kemampuan) diri pada gerakan pramuka,” ujarnya, Penyematan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka Kwarda Jateng, di Gedung Kwarda Jateng, Minggu (13/8/2023).
Agus membeberkan, masa bakti andalan Kwarda Jateng akan berakhir pada Desember 2023. Jika sesuai rencana, maka pada bulan tersebut akan diselenggarakan Musyawarah Daerah (Musda).
Baca Juga: Ganjar Terima Penghargaan Gubernur Punakawan dari MarkPlus Institute dan Unsoed
“Nanti di Desember 2023 akan ada Musda, agendanya pertanggungjawaban, menyusun rencana kerja dan menyusun kepengurusan 2024-2028,” pungkas Agus,dikutip dari jatengprov.go.id.
Sementara itu, Diterangi pelita, 750 orang anggota gerakan Praja Muda Karana Jawa Tengah, meneguhkan ulang Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Minggu (13/8/2023) malam. Di tengah gempuran zaman, Pramuka Jateng berderap meningkatkan kemampuan digital berdasar ruh kepemimpinan Pancasila.
Hal itu disampaikan Pembina upacara renungan janji ulang Pramuka Riena Retnaningrum, pada rangkaian HUT ke-62 Pramuka, Minggu (13/8/2023). Mewakili Kamabida Jateng Ganjar Pranowo, Riena berpesan agar Pramuka Jateng tak tergerus zaman.
“Di tengah globalisasi yang harus kita implementasi dan kolaborasikan, bahwa pramuka harus meningkatkan sumber daya manusianya. Jangan tergerus globalisasi dan digitalisasi,” ucapnya yang juga Wakil Ketua Bidang Humas dan Informatika Kwarda Jateng.
Riena mengatakan, Pramuka Jateng sigap mengatasi tantangan zaman. Satu di antaranya dengan adanya Satuan Karya (Saka) Milenial. Melalui Saka Milenial, gerakan kepanduan di Jateng tampil sebagai pramuka yang melek literasi digital. Dengan kemampuan itu, diharapkan mampu menyaring hal baik dan buruk di dunia siber.
Dia menambahkan, Pramuka Jateng menganut pola kepemimpinan sesuai Pancasila.
“Peneguhan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, adalah kepemimpinan pada diri sendiri. Bagaimana mengajarkan, memberi contoh tentang integritas, kerja sama dan Ketuhanan Yang Maha Esa, laksanakan Pancasila, sudah komplet kita laksanakannya,” pungkas Riena. (lna)

Leave a Reply