[widget id="text-5"]

Festival Paralayang Telomoyo 2023: Pesona Gunung Gajah Memikat Pilot Luar Negeri

https://joss.co.id/data/uploads/2023/08/Ilustrasi-Festival-Paralayang-Telomoyo-2023.webp
Ilustrasi Festival Paralayang Telomoyo 2023 (Dokumentasi Koni Jateng)

FESTIVAL Paralayang Telomoyo 2023 kembali digelar dengan mengundang puluhan pilot dari dalam dan luar negeri untuk meramaikan kejuaraan bergengsi ini. Acara tahunan yang diselenggarakan di Gunung Gajah Telomoyo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dalam dua tahun terakhir ini, mempertontonkan atraksi menakjubkan di langit Jawa Tengah.

Festival paralayang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan olahraga di Festival Telomoyo 2023. Tahun ini, acara tersebut semakin memukau dengan kehadiran pilot paralayang dari Turki dan Vietnam, menambah keberagaman peserta internasional.

Bersamaan dengan festival ini, bulan September nanti akan digelar Gajah Trail Run dan Festival Gantole 2023 yang juga akan dihelat di puncak Gunung Telomoyo.

Haryo Yudiantoro, Ketua Panitia Festival Telomoyo 2023, mengungkapkan bahwa festival paralayang akan berlangsung dari 16 Agustus 2023 hingga 22 Agustus 2023. Kegembiraan festival ini semakin meriah karena pembukaannya dipadukan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia.

Baca Juga: Objek Wisata Dirgantara Paralayang, Primadona Baru Wisata Lereng Merbabu

Meskipun baru berjalan selama dua tahun, festival ini telah berhasil menarik perhatian para pilot paralayang dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari registrasi yang telah dibuka sejak beberapa waktu lalu, lebih dari 30 pilot telah mendaftar dan siap berkompetisi.

“Kami memiliki peserta dari Turki dan Vietnam, bahkan seorang pilot dari Swiss berniat bergabung meski akhirnya harus pulang karena urusan keluarga,” kata Haryo seperti dikutip dari solopos.com.

Tidak hanya pilot dari luar negeri, pilot-pilot paralayang dari Indonesia juga turut serta dalam acara ini, mewakili berbagai daerah seperti Sumatra Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. Sebelum balapan resmi dimulai, para pilot akan menjalani latihan secara kolektif untuk memastikan kesiapan mereka.

Haryo menjelaskan bahwa kelas cross country, yang melibatkan penerbangan jarak jauh melintasi alam, akan menjadi kompetisi utama dalam festival. Para peserta akan bersaing memperebutkan waktu tercepat dalam balapan yang menantang ini.

“Gunung Gajah merupakan lokasi ideal untuk take-off dalam paralayang kelas cross country karena ketinggiannya yang cocok,” tambahnya.

Salah satu pilot paralayang asal Jakarta, Yogi Subekti, berbagi pengalaman tentang pesona Gunung Gajah sebagai tempat surganya para pilot, terutama untuk kelas cross country. “Saya sering datang ke sini. Gunung Gajah adalah tempat yang tepat untuk belajar terbang cross country,” ujarnya.

Dalam kelas cross country, para pilot harus memiliki kemampuan setidaknya pada level PL 2 atau intermediate. Bagi pemula, kelas ini tidak disarankan karena menuntut tingkat adrenalin yang lebih tinggi.

“Minat terhadap kelas cross country cenderung menurun dibandingkan dengan kelas akurasi. Namun, saya berharap ada lebih banyak acara kelas cross country di masa depan agar muncul lebih banyak pilot yang menyukai tantangan ini,” tutup Yogi dengan semangat.

Dengan pesona Gunung Gajah yang memikat dan semangat para pilot dari dalam dan luar negeri, Festival Paralayang Telomoyo 2023 menjadi panggung prestasi yang spektakuler di dunia paralayang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]