Didukung JK, Airlangga: Seluruh Senior Menolak Munaslub Golkar

JK Airlangga
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla berdiri dekat dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat hadir dalam peringatan HUT Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11) (Dokumentasi Golkar)

JoSS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyambut baik dukungan mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) di tengah desakan munaslub. Dia menilai dukungan serupa juga datang dari para pengurus Golkar di daerah.

Sebelumnya, diketahui seluruh DPD I berkumpul di Bali menyuarakan penolakan terhadap wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Baca Juga: Ketua DPD Golkar se-Indonesia Sepakat Tolak Munaslub dan Solid Menangkan Airlangga

“Ya seluruh pengurus Golkar, DPD I menolak munaslub. Jadi, seluruh senior menolak munaslub,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (31/7).

Airlangga juga menanggapi masukan JK soal Golkar jangan bergantung pada koalisi. Dia menerima masukan itu, tetapi punya pendapat berbeda.

Menurut Airlangga, Golkar harus bekerja sama dengan partai lain. Golkar juga masih perlu menjalin komunikasi dengan kandidat-kandidat presiden yang ada.

“Kerja sama selalu diperlukan karena Golkar butuh kerja sama partai untuk maju dalam pemilihan presiden,” ucap Airlangga, dikutip CNNIndonesia.

Seperti diketahui, Airlangga diterpa gejolak internal Golkar. Dewan Pakar Golkar mengusulkan evaluasi Airlangga karena elektabilitasnya rendah menjelang pilpres.

Baca Juga: Waketum DPP Partai Golkar Hetifah Sjaifudian Minta Seluruh Kader Fokus dan Solid Dukung Airlangga Hartarto 

Pernyataan Dewan Pakar itu disusul desakan menggelar munaslub dari sejumlah politisi Golkar. Namun, ada pula tokoh Golkar seperti JK yang menolak munaslub.

“Sangat tidak setuju karena itu akan lebih menurunkan marwahnya Golkar,” ucap JK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/7).

Politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla menegaskan dirinya menolak wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang mengevaluasi kepemimpinan Airlangga Hartarto.

JK menilai Munaslub hanya akan menurunkan marwah partainya yang akan menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024. Dia mengingatkan agar keputusan soal pencalonan presiden maupun arah koalisi Golkar sepenuhnya diserahkan kepada Airlangga yang telah diberikan mandat lewat Munas.

“Sangat tidak setuju karena itu akan lebih menurunkan marwahnya Golkar,” kata JK di kompleks parlemen, Senin (31/7).

JK yang sempat menjabat sebagai Ketua Umum periode 2004-2009 itu mengingatkan agar semua kader bersatu. Dia menilai perpecahan di internal Golkar hanya akan menyulitkan partai untuk mencapai target di Pemilu.

Baca Juga: Panggah Susanto Pastikan Golkar Jateng Tetap Solid, Munas Golkar Tetap Jadi Rencana 2024 

Menurut JK, semua kader mestinya bisa memahami posisi Airlangga sebagai ketua umum. Dia tak ingin Golkar terus dilibatkan dalam posisi sulit dalam menghadapi pemilu 2024.

“Berikanlah karena Airlangga sudah diberikan mandat, jangan Golkar dilibatkan situasi yang sulit, jadi siapapun harus memahami itu,” kata JK.

Wakil Presiden RI dua kali itu juga tidak setuju dengan wacana Munaslub ingin mengevaluasi Airlangga. Dia mengaku memahami posisi Golkar sebagai partai yang dekat dengan kekuasaan sehingga arah koalisi maupun dukungan capres tak bisa sekonyong-konyong langsung bisa diputuskan.

Namun, dia tetap menganggap bahwa kondisi demikian tidak sehat. Sebab, partai tak bisa mengambil keputusan secara independen. “Ini secara demokratis ini berbahaya kalau begini, partai sendiri tidak mandiri seperti itu. Nah, apabila partai diganggu makin kacau politik ini,” kata JK.

Wacana Munaslub Golkar berembus dalam beberapa pekan terakhir, bermula dari inisiatif dari Dewan Pakar Partai Golkar.

Gejolak bermula awal Juli 2023. Saat itu, salinan keputusan rapat Dewan Pakar Partai Golkar bocor. Salah satu keputusan yang diambil adalah mengevaluasi kepemimpinan Airlangga.

Dewan Pakar mempermasalahkan elektabilitas Airlangga yang masih rendah. Padahal, Munas Golkar telah memutuskan Airlangga sebagai calon presiden partai tersebut.

Mereka mengusulkan untuk mengganti capres yang akan diusung. Usulan itu juga dibarengi pergantian ketua umum melalui musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar.

“Apabila keputusan Munas itu bukan Airlangga jadi calon presiden, berarti harus munaslub kan, karena harus mengubah keputusannya. Jadi munaslub dalam rangka mengubah keputusan bahwa Airlangga bukan capres,” ucap anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam saat dihubungi, Senin (10/7).

Seruan itu disusul pernyataan sejumlah tokoh senior Golkar. Mereka mendesak munaslub segera digelar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*