Boyolali Siapkan Wisata Religi Miniatur Ibadah Haji dan Umrah di Lokasi Bekas Pasar Hewan Singkil

Miniatur Haji Boyolali
Ilustrasi (Tangkapan Layar Youtube)

JoSS, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali tengah mempersiapkan peluncuran destinasi wisata religi terbaru berupa miniatur ibadah haji dan umrah yang akan berdiri di lokasi sebelumnya Pasar Hewan Singkil Karanggeneng, Boyolali Kota, Jawa Tengah. Peluncuran tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Kepala Bidang Infrastruktur, Pembinaan, dan Penataan Pedagang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Aris Sulistyanto, menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah diambil untuk penataan area ini.

Terdapat 89 kios bekas Pasar Hewan Singkil yang telah dikelola ulang, dan 76 kios baru yang telah dibangun secara terpadu di sekitar kompleks destinasi wisata religi. Kedua sisi kios akan menghadap jalan dan area parkir.

“Rencananya, miniatur Ka’bah, Madinah, Shafa, hingga Marwah akan dibangun di lokasi ini sebagai tempat manasik ibadah. Proses pembongkaran kios lama sudah dalam tahap berjalan, sementara kios-kios baru telah selesai pembangunannya 100 persen,” ujar Aris Sulistyanto di Boyolali pada Kamis, (10/8/2023) seperti dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan bahwa sejak tahun 2020, pihaknya telah melakukan beberapa tahap pendataan terhadap pedagang yang beroperasi di area tersebut. Pedagang yang aktif, memiliki kontrak, serta aktif dalam perjanjian mendapatkan prioritas untuk relokasi.

Baca Juga: Keindahan Tersembunyi di Danau Banaran Kendal, Spot Cantik Berjalan di Atas Air

Sebanyak 58 pedagang telah berhasil direlokasi ke area baru, sementara 76 kios baru telah diisi oleh 56 pedagang. Sisanya menunggu arahan dari Bupati Boyolali, M Said Hidayat.

Aris Sulistyanto juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran sebesar 76 kios baru telah dimasukkan dalam pembangunan kompleks wisata religi ini. Pihaknya kini fokus pada pengaturan penempatan pedagang di kios-kios tersebut.

Dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan area wisata, Disdaperin telah mengadakan pengundian untuk menentukan penempatan pedagang serta memberikan kunci kios baru. “Kamis ini adalah batas waktu terakhir untuk pindahan, karena setelahnya akan dilakukan pembongkaran,” katanya.

Selain itu, Bupati Boyolali telah memberikan petunjuk agar pedagang yang menjual barang di lokasi wisata religi ini mematuhi standar tertentu. Pedagang diminta untuk mengemas produk mereka dengan rapi agar menjaga kebersihan area tersebut.

“Lokasi jualan di kompleks wisata religi nantinya akan berfokus pada barang-barang kelontong, makanan, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Pihak berwenang optimistis bahwa para pedagang akan mampu menyesuaikan jenis barang yang dijual dengan minat dan kebutuhan pengunjung. Bagi pedagang yang tidak terlokasi di kompleks wisata religi Singkil, mereka akan dipindahkan ke tiga pasar lain di Kecamatan Boyolali Kota, yaitu Sidodadi, Ngebong, dan Sunggingan.

Melalui proyek ini, Pemkab Boyolali, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), berupaya merampungkan pembangunan kompleks wisata religi dengan tujuan untuk memberikan edukasi tentang ibadah haji dan umrah. Proyek ini tersebar di lahan seluas tiga hektar di bekas Pasar Hewan Singkil.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Boyolali, Yovi Hardianto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk proyek ini. Anggaran tersebut terbagi dalam lima paket pembangunan, termasuk pembangunan gedung-gedung miniatur Ka’bah, auditorium, Masjid Nabawi, kios-kios, area ticketing, serta fasilitas pendukung lainnya. Seluruh pekerjaan diharapkan akan selesai menjelang akhir Oktober. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*