
JoSS, MAGELANG – Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC) mengungkapkan bahwa potensi wisatawan dari negara-negara ASEAN yang mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus meningkat.
General Manager Unit Borobudur, PT TWC, Jamaludin Mawardi, menyatakan bahwa kebijakan bebas visa yang didukung oleh pemerintah Indonesia memudahkan wisatawan ASEAN untuk masuk ke negara ini.
“Dengan adanya kebijakan ini, para wisatawan ASEAN bisa datang ke Indonesia hanya dengan paspor mereka dan tinggal beberapa hari sebelum kembali ke negaranya. Mereka tidak perlu repot mengurus visa,” jelasnya di Magelang pada hari Minggu (2/7/2023).
Jamaludin menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan dari negara-negara ASEAN, terutama Malaysia dan Singapura, masih mendominasi jumlah kunjungan ke Borobudur. Sebelum pandemi COVID-19, pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia mencapai 15.065 orang, diikuti oleh Singapura dengan 9.549 orang.
Baca Juga: Plataran Langit Khatulistiwa Borobudur: Destinasi Premium untuk Acara MICE dan Pernikahan
Selain itu, TWC juga menghubungkan potensi wisatawan ASEAN dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menargetkan kunjungan wisatawan dari kawasan Asia, termasuk ASEAN. Secara keseluruhan, kunjungan wisatawan dari ASEAN tetap menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kawasan lainnya, seperti Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Barat.
Melihat potensi ini, Jamaludin berharap pemerintah akan serius mengembangkan program “pilgrim” khususnya bagi negara-negara dengan basis penduduk yang beragama Buddha.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Borobudur. Pemerintah telah menetapkan Candi Borobudur sebagai destinasi spiritual, terutama untuk umat Buddha, sehingga akan relevan ketika pintu kunjungan dibuka. Pasar yang besar terdapat di kawasan ASEAN.
Selama liburan sekolah pada 26 Juni-9 Juli 2023, pengelola Taman Wisata Candi Borobudur mengadakan berbagai program wisata bagi pengunjung. Salah satunya adalah program wahana “Memasuki Dunia Jataka” yang memberikan pengalaman seru kepada anak-anak dan pelajar. Wahana ini merupakan representasi dari panel relief Candi Borobudur yang menggambarkan binatang dan flora.
Dalam acara Dunia Jataka, terdapat beberapa kegiatan seperti membuat Wayang Jataka dari kardus bekas, eco print, dan gerabah. Selain itu, tersedia juga permainan tradisional seperti egrang, dakon, gangsingan, dan teklek. Program ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan nilai budaya dan sejarah kepada wisatawan, sambil berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Jamaludin menargetkan kunjungan sekitar 174 ribu orang, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing, selama libur sekolah tahun ini. Meskipun terjadi gempa pada tanggal 30 Juni, tidak ada pengaruh atau perubahan yang signifikan terhadap kunjungan ke Borobudur. Bangunan yang ada di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. (lna)

Leave a Reply