Ngeri! Suhu di China Tembus 52,2 Derajat Celcius

Ilustrasi Suhu Panas Cina
Ilustrasi Suhu Panas (Kwang Moozaa)

JoSS, CHINA – Suhu di China telah mencapai 52,2 derajat celcius selama akhir pekan di pertengahan Juli. Sebuah stasiun cuaca di desa Sanbao di wilayah Xinjiang mencatat suhu itu terjadi pada Minggu, 16 Juli 2023.

“Mencatat puncak suhu 52,2 derajat Celcius pada pukul 19:00 pada 16 Juli, memecahkan rekor panas bersejarah untuk periode yang sama tahun ini,” kata Badan Administrasi Meteorologi China dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (18/7/2023).

Angka tersebut adalah rekor terbaru untuk negara yang berjuang melawan cuaca yang mencapai minus 50 derajat Celsius hanya enam bulan lalu.

Suhu di kota Sanbao di Depresi Turpan Xinjiang melonjak setinggi 52,2 derajat Celcius pada Minggu (16/7), media yang dikelola pemerintah, Xinjiang Daily, melaporkan pada Senin (17/7). Suhu rekor tersebut diperkirakan akan bertahan setidaknya lima hari lagi.

Baca Juga: Gelombang Panas Global Melanda Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat

Suhu itu memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 50,3 derajat Celsius pada 2015 di dekat Ayding di depresi tersebut. Depresi itu adalah sebuah lembah luas yang terdiri dari gundukan pasir dan danau yang mengering, dengan kedalaman lebih dari 150 meter di bawah permukaan laut.

Mereka juga memerintahkan kendaraan khusus untuk menyemprotkan air di jalan raya utara. Menurut pernyataan itu, suhu permukaan tanah mencapai 80 derajat celcius di beberapa wilayah Turpan pada hari Minggu.

Belahan Bumi Utara telah mengalami gelombang panas musim panas yang memecahkan rekor dalam beberapa pekan terakhir. Menurut para ilmuwan, kondisi itu diperburuk oleh perubahan iklim.

Otoritas China telah memperingatkan cuaca ekstrem dan beberapa bencana alam di musim panas ini.

Sejak April, negara-negara di seluruh Asia dilanda beberapa gelombang panas yang mencetak rekor, menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang cepat. Para ahli iklim mengatakan bahwa target untuk menjaga pemanasan global jangka panjang di bawah 1,5 derajat Celsius semakin sulit dicapai.

China bukanlah negara yang asing dengan perubahan drastis suhu di berbagai musim, tetapi fluktuasinya semakin ekstrem.

Pada 22 Januari, suhu di Mohe, sebuah kota di timur laut Provinsi Heilongjiang, anjlok hingga mencapai minus 53 derajat Celsius, menurut biro cuaca setempat. Angka tersebut memecahkan rekor terendah China sebelumnya, yaitu minus 52,3 derajat Celsius pada 1969. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*