Kalahkan 3.110 Proposal, Mi Keriting Kebumen Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Mengatasi Stunting

Mi Keriting Stunting
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto tunjukkan Mi keriting pencegah stunting hasil inovasi Puskesmas Kebumen II. Inovasi ini raih penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kemenpan dan RB. (foto: kebumenkab.go.id)

JoSS, KEBUMEN – Puskesmas Kebumen II menciptakan inovasi mi keriting sebagai langkah untuk mengatasi masalah stunting yang telah mencapai 19,7% di wilayah tersebut. Mi keriting ini berhasil menduduki peringkat Top 45 Nasional dalam kompetisi Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

Mi keriting merupakan makanan instan yang dirancang sebagai pencegah kerdil dan stunting, dengan berbagai varian seperti mi, coco crunch, bit mie, cheese puff, hingga oatmeal. Makanan ini dibuat dari tepung ganyong dan daun kelor, yang mudah dicerna oleh tubuh dan mengandung nutrisi penting seperti protein, zat besi, fosfor, dan zinc yang berperan dalam mencegah stunting.

Inovasi mi keriting Kebumen berhasil mengalahkan 3.110 proposal lain yang masuk ke Kemenpan dan RB, dengan 2.269 proposal yang lolos administrasi, terdiri dari 2.124 kelompok inovasi umum dan 145 kelompok inovasi khusus. Kebumen meraih kesempatan menjadi Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2023.

Baca juga: Cegah Stunting, Ganjar Beri Perhatian Lebih kepada Ibu Hamil Risiko Tinggi

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyambut baik inovasi mi keriting ini, menganggapnya sebagai langkah penting untuk membantu pemerintah dalam mencegah angka stunting. Ia berharap bahwa inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menciptakan ide-ide baru dalam mendukung penanganan stunting di masyarakat.

Menurut Bupati, mi keriting merupakan makanan tambahan yang sangat penting bagi balita selama masa pertumbuhan, dan perlu dikembangkan dan diproduksi lebih banyak untuk diberikan kepada balita yang berisiko stunting. Dengan inovasi ini, diharapkan pertumbuhan anak-anak di Kebumen dapat lebih baik.

Bupati juga berharap agar inovasi mi keriting terus meraih kesuksesan dalam lomba inovasi pelayanan publik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB. Keberhasilan ini diharapkan dapat turut membantu menurunkan angka stunting di Kebumen.

Dalam tahap penilaian, Bupati Kebumen telah melakukan presentasi dan wawancara dengan Tim Penilai Kementerian PAN-RB untuk memperebutkan peringkat Top 45 Nasional dalam lomba inovasi pelayanan publik.

Dengan lolos menjadi Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2023, Kebumen berusaha untuk terus berkontribusi dalam menangani masalah stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*