Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,7 Km, Tingkat Aktivitas Siaga Level 3

Twitter BPPTKG
Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Rabu (5/7/2023) malam (Twitter BPPTKG)

JoSS, SLEMAN – Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Rabu (5/7/2023) malam. Dikutip dari Twitter BPPTKG, awan panas guguran mengarah ke arah barat daya atau di sekitar Kali Bebeng.

“Selamat Malam Warga Merapi! Info terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 20.26 WIB dengan jarak luncur 2700 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng) arah angin ke Timur. Dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 254.24 detik. Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA (Level 3),” cuit akun @BPPTKG, Rabu (5/7/2023) malam.

Berdasarkan data laporan harian Gunung Merapi yang dikutip dari magma.esdm.co.id, diketahui pada hari ini Merapi mengalami 39 kali gempa guguran, 14 kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Baca Juga:Aktivitas Vulkanik Tinggi, Status Gunung Merapi Tetap Siaga Level III

“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi,” dikutip dari laman resmi Magma Indonesia.

BPPTKG sejauh ini masih mempertahankan status Siaga atau Level III yang ditetapkan sejak November 2020 silam.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di beberapa titik yakni, di Kali Woro sejauh 3 km dari puncak, Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak.

Berdasarkan pemodelan kedua kubah lava tersebut, BPPTKG menentukan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Bebeng, dan Krasak sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran abu vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di dalam zona bahaya dan mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*