Arab Saudi Menjadi Negara  ke-51 Yang Menandatangani Aksesi Traktat Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN

Aksesi Traktat Persahabatan
Arab Saudi Menjadi Negara ke-51 yang Aksesi Treaty of Amity and Cooperation (kemlu.go.id)

JoSS, JAKARTA – Arab Saudi resmi menjadi negara ke-51 yang menandatangani aksesi Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), mengukuhkan posisinya dalam keluarga ASEAN.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al-Saud, di sela-sela Pertemuan ke-56 Menlu ASEAN yang diadakan di Jakarta pada Rabu, 12 Juli 2023.

TAC, yang didirikan pada tahun 1976, menjadi landasan hukum yang mengikat hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Dengan bergabungnya Arab Saudi, jumlah pihak penandatangan TAC mencapai 51 negara. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, di Hotel Shangri-La.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyambut baik keikutsertaan Arab Saudi dalam ASEAN. Dalam penandatanganan tersebut, Arab Saudi berkomitmen untuk mematuhi nilai dan prinsip ASEAN, termasuk kerja sama, penegakan hukum internasional yang konsisten, serta berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Hal ini sangat penting mengingat situasi geopolitik yang semakin dinamis saat ini.

Baca Juga: Jumlah Jamaah Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi Capai 560 Orang, Ini Penyebabnya

“Kita harus berperan sebagai kekuatan positif untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,” ungkap Retno.

Selain itu, dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN yang berlangsung pada Selasa, 11 Juli 2023, Serbia juga telah setuju untuk menjadi anggota TAC. ASEAN juga telah menugaskan sekretariatnya untuk mempelajari permohonan dari Aljazair. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia akan berupaya untuk memperluas keanggotaan TAC dengan memasukkan Panama, Spanyol, dan Meksiko pada KTT ke-43 ASEAN yang akan diselenggarakan pada bulan September.

Para menteri luar negeri ASEAN juga mendukung kerja sama antara sekretariat ASEAN dengan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dan Asosiasi Negara-negara Lingkar Samudera Hindia (IORA).

Selain membahas masalah regional terkait HAM dan nuklir, pertemuan ASEAN di Jakarta juga menyoroti isu-isu internal seperti situasi di Myanmar. Di tengah ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat, ASEAN berusaha menjaga keseimbangan dan berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*