Pracima Tuin dan Atraksi Prajurit Keraton Solo Masuk Nominasi API 2023

Solo Pracima Tuin
Taman Pracima Tuin di Kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah (Foto: Instagram/@surakartahits_)

DESTINASI wisata di Solo, Jawa Tengah, yakni Pracima Tuin yang ada di dalam Pura Mangkunegaran Surakarta masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2023.

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Surakarta Gembong Hadi mengatakan tahun ini merupakan kali pertama Solo mengikuti ajang penghargaan tersebut. Selain Pracima Tuin, dikatakannya, atraksi prajurit Keraton Surakarta juga lolos untuk kategori atraksi.

“Tahun ini Solo lolos dua kategori tersebut. Kalau totalnya ada 18 kategori. Atraksi prajurit budaya keraton masuk kategori atraksi dan Pracima Tuin masuk kategori destinasi baru,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan sebetulnya Solo mengajukan beberapa usulan, di antaranya untuk kriteria kuliner ada sate buntel dan cabuk rambak, atraksi budaya ada Wayang Orang Sriwedari dan Pracima Tuin, serta destinasi wisata baru ada Pracima Tuin. “Dari sekian yang kami ajukan lolos dua,” katanya.

Ia mengatakan dipilihnya Pracima Tuin dan atraksi prajurit keraton karena destinasi unggulan Solo yang sudah ada sejak lama adalah keraton, baik itu Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat maupun Pura Mangkunegaran.

Baca Juga: Tingkatkan Branding Pariwisata, Pemerintah Kota Solo Luncurkan Becak Wisata

“Kebetulan yang kami ajukan dua hal ini yang menyangkut Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran. Kebetulan lagi dua-duanya lolos,” katanya.

Untuk diketahui, Pracima Tuin, tempat wisata baru dengan sensasi seni, budaya dan kuliner. Tempat ini berbentuk taman dengan luas 1.000 meter persegi. Taman Pracima atau masyarakat menyebutnya Pracima Tuin, masyarakat lokal maupun turis asing bisa menikmati keindahan bangunan di dalam Pura Mangkunegaran dengan design uniknya.

Perpaduan bangunan bergaya barat dan taman kerajaan yang terinspirasi pada masa pemerintahan Mangkunegoro VII, memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Bangunan Pracima Tuin tidak hanya mengadopsi dari budaya barat saja, tetapi juga terinspirasi dari taman kerajaan yang dibagun pada masa pemerintahan Mangkunegoro VII pada tahun 1920-an.

Pracima Tuin yang memiliki makna taman yang terletak di area barat sesuai dengan lokasinya di sebelah barat Pura Mangkunegaran. Bangunan ini memiliki 3 bangunan utama, diantaranya yaitu Pracimasana, Pracimaloka, dan Pracimawisik. Bangunan-bangunan utama ini memiliki fungsi masing-masing.

Aslinya, Pracima Tuin adalah lapangan tenis yang kini tidak digunakan lagi dan kemudian lahannya dijadikan taman. Taman ini mulai direvitalisasi pada tahun 2022. Adapun tujuan revitalisasi tersebut adalah menjadikan Pracima Tuin sebagai ruang publik tempat masyarakat berkumpul, beraktivitas, dan berinteraksi satu sama lain.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Pracima Tuin. Sebab, tempat tersebut memang diproyeksikan untuk menjadi sentra pengembangan seni dan budaya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta kuliner khas setempat.

Pracima Tuin juga mempunyai keunikan lainnya. Ternyata Pracima Tuin telah dijadikan sebagai cagar budaya pertama yang memakai Renewable Energy Certificate (REC) karena Pracima Tuin tidak hanya difokuskan untuk pelestarian budaya saja, tetapi juga untuk pelestarian lingkungan.

Banyak pesan yang akan disampaikan oleh Pracima Tuin sendiri sebagai cagar budaya dalam mendukung penggunaan energi bersih untuk pelestarian lingkungan kepada masyarakat generasi jaman sekarang.

Kedepannya Pracima Tuin akan menjadi tempat interaksi publik untuk menyegarkan kembali memori akan kebudayaan dan sejarah sembari menikmati kuliner khas Istana Mangkunegaran.

Pracima Tuin sendiri akan menjadi ruang terbuka hijau yang akan menjadi paru-paru Kota Solo dan memperluas resapan air tanah. Pracima Tuin menjadi spot wisata baru di Kota Solo dengan cara yang unik dalam menyuguhkan budaya, seni, dan kuliner untuk wisatawan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*