
Joss, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang secara resmi mengambil alih pengelolaan Gedung Shopping Center Johar (SCJ) yang sebelumnya dikelola oleh pihak ketiga. Pemanfaatan gedung ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi yang dikenakan kepada pedagang.
Fajar Purwoto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, menyatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan 500 pedagang baru untuk menempati Gedung SCJ. Ratusan pedagang ini berasal dari tujuh paguyuban pedagang.
“Ada tujuh paguyuban pedagang yang telah difasilitasi untuk menempati SCJ dengan total sekitar 500 pedagang,” ujar Fajar pada Senin (19/6/2023), dikutip dari solopos.com.
Dinas Perdagangan Kota Semarang juga telah melakukan pemetaan lapak sejak akhir pekan lalu guna memastikan hasilnya maksimal. Namun, Fajar menegaskan bahwa kehadiran 500 pedagang baru tidak akan mengusir pedagang lama di SJC.
Baca Juga: Pasar Johar Bakal Buka Hingga Malam Hari Mulai Juni Mendatang
“Pemetaan ini tidak akan merugikan pedagang lama SCJ. Pemetaan ini melibatkan 96 pedagang dan merupakan hasil kesepakatan antarpengurus paguyuban. Kami tidak akan mengganggu los milik pedagang lama karena itulah yang diinginkan oleh Wali Kota,” tegas Fajar.
Selain itu, Pemkot Semarang juga akan memberikan keringanan kepada pedagang lama. Di masa mendatang, pedagang lama hanya akan membayar retribusi sebesar Rp5.000 per hari untuk setiap lapak yang mereka tempati. Sebelumnya, ketika SCJ dikelola oleh pihak ketiga, pedagang harus membayar sewa bulanan mulai dari Rp2 juta.
“Mereka adalah pedagang yang tangguh karena mereka harus membayar kepada pihak pengelola sebesar Rp2 juta setiap bulannya. Namun, karena SCJ akan dikelola oleh Pemkot, mereka hanya perlu membayar retribusi,” tambahnya.
Fajar menargetkan bahwa pada akhir Juni 2023, seluruh pedagang dapat menempati lapak di SCJ demi meningkatkan PAD. Pemkot Semarang menetapkan target pendapatan retribusi sebesar Rp65 miliar untuk tahun 2023 ini. Sedangkan untuk tahun 2024, targetnya diharapkan meningkat menjadi Rp92 miliar.
“Kami berharap bahwa pada akhir Juni ini, semua pedagang sudah dapat masuk dan menempati lapak yang tersedia, sesuai dengan hasil rapat bersama pengurus paguyuban beberapa waktu lalu,” pungkas Fajar.(lna)

Leave a Reply