Desa Wisata Besani Batang, Gerbang Akulturasi Jawa-China

“Gerbang Akulturasi Jawa-China
Menprekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Besani Jateng ,Usung Tagline Gerbang Akulturasi Jawa-China Hingga Sukses Masuk 75 Besar ADWI 2023 (kemenparekraf.go.id)

WISATA Edukasi dan sejarah kini terus dikembangkan, dengan mengeksplorasi potensi daerah. Kabupaten Batang yang memiliki letak wilayah cukup strategis, yaitu di pantai utara Jawa Tengah dan berada pada jalur utama yang menghubungkan Jakarta-Surabaya.

Posisi itulah yang menjadikan Kabupaten Batang, utamanya Ibu Kota Pemerintahannya sebagai jalur ekonomi pulau Jawa juga ladang investasi bagi negara lain yang sebagian besar adalah China.

Kelebihan ini kemudian dimanfaatkan guna meningkatkan sumber daya yang ada dan mengenalkan pariwisata kepada negara asing. Salah satunya ialah pengembangan Desa Wisata Besani di Kecamatan Blado yang mengusung tagline “Gerbang Akulturasi Jawa-China”.

Di Desa Wisata Besani Anda dapat belajar Bahasa Mandarin sekaligus belajar sejarah.

Seperti dilansir dari jadesta.kemenparekraf.go.id, tagline ini diharapkan mampu menyiratkan bahwa Desa Wisata Besani sebagai “Gerbang Akulturasi Jawa-China” penyatu hubungan bilateral berbasis wisata tradisi dan edukasi di era modernisasi dan globalisasi untuk peningkatan ekonomi Indonesia Bangkit.

Baca Juga: Kampung Jawa-Mandarin Besani Batang, Ciptakan Peluang Bisnis Baru

Desa wisata yang baru dibentuk pada 2022 silam ini bahkan memperoleh prestasi masuk 75 Desa Wisata Terbaik ADWI 2023 oleh Kemenparekraf RI. Spot wisata yang diunggulkan di Desa wisata Besani ini sangat beragam untuk dieksplorasi, mulai dari wisata alam, budaya, edukasi dan lainnya.

Alam Desa Besani memang sudah tak diragukan lagi. Daerahnya berada di dataran tinggi dengan pemandangan hamparan perkebunan teh yang hijau dan asri. Adapun pusat atraksi De Blado yang menyajikan wisata dengan mengedepankan kebudayaan tradisi Jawa.

Di sini juga memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin meningkatkan kemampuan bahasanya di pusat belajar Bahasa Mandarin. Pelatihan Bahasa Mandarin biasanya diadakan setiap Minggu.

Hal itu sekaligus mengenalkan budaya akulturasi Jawa dan China. Nantinya akan ada pengajar khusus Mandarin dan terkadang juga didampingi penutur aslinya seperti mahasiswa dari China yang sedang belajar di Indonesia.

Pengunjung juga bisa mencoba serunya permainan tempo dulu, seperti cublak-cublak suweng, balap karung, dakon, dan lompat tali. Tak ketinggalan untuk jelajah aneka kuliner khas Desa Besani, seperti Megono, Ayam Besani Spesial, Ayam Besani Manggut, dan masih banyak lagi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*