
JoSS, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jateng mendaftarkan 120 bakal calon legislatif (bacaleg) anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah pada Pemilu 2024 ke KPU Jateng pada Sabtu (13/5/2023). Dari jumlah tersebut 48 diantaranya merupakan bacaleg perempuan.
Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Ir Panggah Susanto mengatakan dari 120 bacaleg yang didaftarkan, terdiri dari 72 laki-laki dan 48 perempuan, yang artinya syarat 30% keterwakilan perempuan sudah terpenuhi.
“Hari ini, dengan penuh keyakinan, kita mendaftarkan 120 bacaleg anggota DPRD Jateng ke KPU Jateng. Dari jumlah tersebut, 72 laki-laki dan 48 perempuan,” kata Panggah di depan gedung kantor DPD Partai Golkar Jateng di Jalan Kyai Saleh, Semarang, Sabtu (13/5/2023).
Lebih lanjut, anggota DPR RI Komisi IV itu menyatakan Golkar punya kekuatan yang bisa diandalkan. Bacaleg dan kader Golkar pun diminta punya keyakinan bahwa bergabung dengan Partai Golkar adalah hal yang luar biasa. Karena, Golkar selalu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.
“Kita bertekad menjadikan Golkar sebagai partai pemenang. Partai yang punya pengalaman di dalam kekuasaan,” kata Panggah
Sementara itu, pendaftaran bacaleg Golkar ke KPU Jateng berlangsung meriah. Selain Panggah Susanto, pengurus DPD Partai Golkar Jateng yang mengikuti prosesi pendaftaran bacaleg ke KPU Jateng antara lain Ketua Harian Wihaji, Sekretaris Juliyatmono, dan Bendahara Mohammad Saleh. Selain itu juga hadir Ferry Wawan Cahyono, Padmasari Mestikajati, Yusuf Hidayat, dan Imam Teguh Purmomo.

Berangkat dari kantor DPD Partai Golkar Jateng di Jalan Kyai Saleh pukul 10.30 WIB, iring-iringan rombongan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju kantor KPU Jateng yang berada di Jalan Veteran Semarang.
Sebanyak empat barongan macan dari Blora mengiringi rombongan tersebut. Para bacaleg dan kader yang ikut serta dalam rombongan tersebut sebagian besar mengenakan pakaian lurik yang menginterpretasikan wong cilik. Mereka membawa beraneka macam sayur-sayuran yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang dilalui rombongan.

“Empat barongan macan itu merupakan simbol nomor Partai Golkar yang siap merebut kemenangan dalam Pemilu 2024,” tegas Panggah.
Adapun dalam pendaftaran bacaleg ini, Golkar Jateng mengusung tema “Piye Kabare?”. Tema tersebut dinilai sebagai bentuk suasana batin rakyat Indonesia yang merindukan kejayaan Partai Golkar.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Wihaji, Golkar yang dulu menjadi partai penguasa selalu dirindukan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Pasalnya, Golkar merupakan partai yang gigih membela petani dan rakyat kecil.
“Tema “Piye Kabare?” ini maksudnya ada suasana kebatinan rakyat yang merindukan Golkar bisa berjaya dan berkuasa kembali. Hal itu agar Golkar bisa mengurus persoalan-persoalan rakyat kecil, khususnya petani. Golkar bisa menjawab persoalan masyarakat,” ujar Wihaji.
“Itulah mengapa pada saat pendaftaran ke KPU ini kita mengenakan baju petani. Karena, banyak permasalahan pertanian yang saat ini belum terselesaikan dengan baik. Golkar ingin petani lebih diperhatikan. Karena mereka masa depan Indonesia. Kontribusi petani begitu besar,” imbuhnya.

Meski demikian, tema “Piye Kabare?” tidak menafikan kaum milenial yang saat ini berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Suasana kerinduan kaum milenial juga jadi perhatian Partai Golkar.
Menurut Wihaji, saat ini banyak kaum milenial yang apatis terhadap kondisi politik di Indonesia. Daripada mereka menjadi golput, mantan Bupati Batang ini mengajak kaum milenial untuk bergabung dan memilih Golkar.
“Kaum milenial saat ini memang kritis terhadap persoalan bangsa dan negara. Tapi, pada saat Pemilu, biasanya mereka banyak yang golput. Karena itu, kami ingin menangkap kebutuhan dan memberi ruang kaum milenial untuk memberi kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara. Tentu saja dengan bergabung dan memilih Partai Golkar,” tegas Wihaji. (lna)

Leave a Reply