Tiga Negara Ingin Jadi Mitra ASEAN, Siapa Saja?

tiga negara mitra ASEAN
Ilustrasi ASEAN (ceazars/getty images)

JoSS, LABUAN BAJO – Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menyatakan terdapat tiga negara yang ingin menjadi mitra ASEAN. Keinginan sejumlah negara itu dibahas dalam pertemuan Senior Official’s Meeting (SOM) pada Senin (8/5/2023) di Labuan Bajo.

Pertemuan SOM merupakan bagian dari rangkaian agenda sebelum pertemuan puncak blok Asia Tenggara. KTT ASEAN sendiri akan digelar di Labuan Bajo pada 10-11 Mei.

“Tadi para senior membahas kesiapan negara lain yang akan aksesi di tahun ini, yang sudah siap itu Arab Saudi, Panama dan Spanyol,” ungkap Direktur Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Sidharto Suryodipura.

Dia mengatakan negara terkait harus menandatangani Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Mitra ASEAN (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC) agar bisa menjadi mitra ASEAN.

TAC ditandatangani lima Kepala Negara pendiri ASEAN pada 1976. Traktat tersebut kemudian diamandemen pada 1987 untuk membuka akses negara lain di luar kawasan.

“Setiap tahun ada negara lain yang ingin menjadi pihak pada Traktat tersebut dengan menandatangani instrumen aksesi,” kata Sidharto saat konferensi pers di media center konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Hotel Bintang Flores, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/5) malam.

Indonesia selaku ketua ASEAN tahun ini, lanjut dia, akan mengkoordinir ketiga negara tersebut untuk menandatangani kesepakatan itu.

Di keketuaan kali ini, Indonesia berpeluang menunjukkan peran strategis negara dan memperkuat kapasitas dan kapabilitas kelembagaan ASEAN. Terutama,.dalam membentuk tatanan kawasan yang mendasarkan pada multilateralisme dan nilai-nilai inklusivitas

Di keketuaan ASEAN, Indonesia mengusung tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Terdapat sejumlah isu yang menjadi prioritas RI.

Beberapa isu itu di antaranya ingin membumikan kerja sama konkret ASEAN, di bidang kesehatan, energi, stabilitas ekonomi, hingga perdagangan manusia

Sementara itu, Indonesia mendukung penuh keanggotaan Timor Leste di ASEAN. Timor Leste diterima sebagai anggota ke-11 ASEAN pada 2022 lalu. Namun status mereka masih observer dan belum menjadi anggota penuh blok ini.

Direktur Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Sidharto Suryodipuro mengatakan upaya Indonesia, selaku ketua ASEAN, dalam membantu Timor Leste. “Akan membantu timor Leste sebagai anggota sehingga kita mengundang 30 pegawai negeri atau aparatur sipil negara Timor Leste untuk berpartisipasi di berbagai kementerian Indonesia yang akan menyelenggarakan keketuaan,”kata Sidharto saat konferensi pers di Labuan Bajo pada Senin (8/5) malam.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan terdapat berbagai tahap yang harus dilalui Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN melalui road map (peta jalan) yang disusun.

“Jadi ini adalah peta jalannya, ini akan membantu Timor Leste untuk memahami dan juga membantu kita sendiri dalam hal memberikan kerja sama pembangunan,” ungkap Sidharto.

Di road map itu, nantinya Timor Leste harus memenuhi berbagai perjanjian yang ada di pilar politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

“Mungkin dalam hal ini yg paling rumit adalah di pilar ekonomi, karena menyangkut berbagai aspek ekonomi termasuk berbagai perundingan perdagangan yang mereka harus selesaikan dengan berbagai anggota ASEAN yang lain,” tutur Sidharto. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*