
JoSS, PEKALONGAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan siap memanfaatkan media sosial sebagai upaya untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih, terutama generasi muda, dalam Pemilu 2024. Hal ini mengingat persentase pemilih muda dari total jumlah DPS Pemilu 2024 mencapai 60%.
Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada, menyatakan hal ini di Pekalongan pada hari Jumat. Ia mengatakan bahwa pihaknya mendorong petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk menggunakan media sosial atau jejaring sosial lainnya yang masih populer di kalangan masyarakat.
“Kreativitas melalui media sosial dapat menjadi akses yang mudah bagi masyarakat, terutama Generasi Z, untuk memperoleh informasi terkait Pemilu itu sendiri,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/5/2023)
Rahmi menjelaskan bahwa KPU melibatkan pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam sosialisasi dan tahapan lainnya, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk membantu masyarakat memahami, mengetahui, dan menyadari pentingnya Pemilu.
Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan masyarakat tentang Pemilu, kreativitas, dan sosialisasi guna mendorong partisipasi dalam pengawasan Pemilu 2024, mulai dari penggunaan hak pilih hingga mengawal proses pemilihan.
“Kami berharap tingkat partisipasi Pemilu 2024 dapat lebih baik, mencapai target nasional sebesar 77,5 persen seperti pada pemilu/pilkada sebelumnya,” ujarnya.
Rahmi Rosyada menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus dalam menyasar pemilih pemula sekitar 44.000 jiwa pada Pemilu 2024.
KPU Kota Pekalongan telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebanyak 231.361 pemilih, terdiri dari 116.246 laki-laki dan 115.115 perempuan.
“Dengan jumlah pemilih pemula yang signifikan, KPU memberikan perhatian khusus dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka menjadi sasaran utama sosialisasi dan pendidikan politik,” tambahnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz, menyatakan bahwa dalam Pemilu 2024, komposisi pemilih akan didominasi oleh kelompok usia muda. Menurutnya, kelompok ini diperkirakan mencapai 60 persen dari total pemilih yang sah.
“Dengan mengacu pada data DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dari pemerintah, proporsi pemilih yang berusia 17-39 tahun pada Pemilu 2024 diperkirakan mencapai 55 hingga 60 persen,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara KPU “Sumbang Suara Kaum Muda dalam Peran Menciptakan Pemilu 2024 Damai yang Bermartabat dan Deklarasi ‘Zillenial Dukung Pemilu Damai, Indonesia Bangkit Berdaya'”, beberapa waktu lalu.
August menyampaikan bahwa data pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut secara teoritis berasal dari Generasi Z dan Milenial. Dengan melihat komposisi pemilih saat ini, KPU sebagai penyelenggara pemilu harus memanfaatkan momentum ini dengan baik.
Pasalnya, kelompok pemilih ini tumbuh dan hidup di Indonesia dengan karakteristik genetika yang berbeda. August juga menekankan bahwa partai politik perlu melihat paradigma pemilih ini.
“Mereka cenderung memiliki hubungan yang baik dengan pemanfaatan teknologi informasi. Mereka bukan hanya individu yang ramah, tetapi juga merupakan sumber informasi yang dapat diakses dengan cepat,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply