Kembangkan Laborat Manajemen Operasional, Dr Ir Bima Hermasto Lakukan Visit & Benchmark MBA Program University of Western Australia

Program University of Western Australia
Kembangkan Laborat Manajemen Operasional, Dr Ir Bima Hermasto M.M selaku dosen Prodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim melakukan Visit & Benchmark MBA Program University of Western Australia. (foto: istimewa)

JoSS, SEMARANG – Dr Ir Bima Hermasto M.M selaku dosen Prodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim melakukan Visit & Benchmark Master of Business Administration (MBA) Program University of Western Australia. Kunjungan studi banding tersebut dilakukan untuk mengembangkan laborat manajemen operasional.

Dalam paparannya, Konsultan & Pelatih Sumber Daya Manusia Senior ini menekankan peran Design Thinking dalam proses untuk pemecahan masalah secara kreatif. Hal ini memungkinkan setiap orang untuk menggunakan alat kreatif untuk mengatasi berbagai macam tantangan.

“Prosesnya berorientasi pada tindakan, mencakup perubahan pola pikir sederhana dan menangani masalah dari arah yang baru,” jelasnya dalam  World Class Operation Management Design Thinking.

Lebih lanjut dia memaparkan menurut McKinsey, perusahaan yang mengadopsi desain sebagai bagian dari praktik bisnis bisa lebih tangguh daripada yang lain – terus berinovasi, menganalisis, dan menyusun strategi untuk memecahkan masalah kompleks selama masa sulit.

“Beberapa merek terkemuka dunia, seperti Apple, Nike, Starbucks, dan GE, dengan cepat mengadopsi pendekatan Design Thinking. Terlebih lagi, Design Thinking diajarkan di universitas terkemuka di seluruh dunia, termasuk Stanford, Harvard, dan MIT,”kata  CEO & Konsultan Senior PT. Freemind Management Consulting ini.

Sementara itu berdasarkan model Hasso Plattner Institute of Design (Stanford University) yang terkenal di dunia, Bima menjelaskan Design Thinking mendorong organisasi untuk fokus pada orang-orang yang mereka ciptakan, yang menghasilkan produk, layanan, dan proses internal yang lebih baik.

Adapun kerangka kerja Design Thinking terdiri dari lima mode atau fase yakni: Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test. “Framework ini sepenuhnya kompatibel dengan pendekatan Lean dan Six Sigma,” kata anggota  International Society of Six Sigma Professional (ISSP) ini.

Direktur Penilaian & Sertifikasi, PT. PKC Undip ini menuturkan tujuan pembelajaran dari World Class Operation Management ini, peserta dapat lebih dalam memahami konsep dan prinsip utama Design Thinking.

Selain itu, peserta dapat memahami pola pikir, proses, metode dan alat dalam pemecahan masalah secara kreatif. Sehingga dapat mengembangkan keterampilan dalam menerapkan pola pikir Design Thinking dan praktik dalam pemecahan masalah.

Sementara itu dalam World Class Operation Management ini dilakukan pembahasan mendalam terkait:

  1. Konsep Utama & Prinsip Pemikiran Desain, di antaranya:

Apa itu Design Thinking,  Manfaat Berpikir Desain, Aplikasi Industri dari Design Thinking, Area Dalam Organisasi Dimana Design Thinking Dapat Diterapkan, Kerangka Pemikiran Desain, Kisah Sukses Starbucks, GE Healthcare, dan Nike, serta studi kasus Design Thinking di Nordstrom dan Apple

  1. Pola Pikir Seorang Design Thinker:

– Pikirkan Pengguna Terlebih Dahulu

– Ajukan Pertanyaan yang Tepat

– Percayalah Anda Bisa Menggambar

– Berkomitmen untuk Menjelajah

– Prototipe untuk Diuji

  1. Proses, Metode & Alat Berpikir Desain

– Empati – Pahami Pelanggan/Pengguna Anda

– Metode/alat empati: Umpan Balik Pengguna, Persona, dan Peta Empati

– Tentukan – Tentukan Tujuan Proyek/Bisnis yang Jelas

– Tetapkan metode/alat: Sudut Pandang, Bagaimana Kita Bertanya, Ringkasan Desain, Peta Pemangku Kepentingan, Peta Konteks, Peta Peluang, dan Peta Perjalanan Pelanggan

– Ideate – Jelajahi Ide dan Solusi

– Metode/alat ide: Teknik Kreativitas, Metode Divergen, Metode Konvergen, Peta Prioritas, Peta Afinitas, dan Matriks Evaluasi Ide

– Prototipe – Bangun dan Visualisasikan Ide dan Solusi

– Metode/alat prototipe: Prototipe fisik, Wireframe, dan Papan Cerita

– Tes – Tinjau dan Putuskan

– Metode/alat pengujian: Umpan Balik Pengguna dan Evaluasi Prototipe. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*