Cuaca Panas Picu Biang Keringat Pada Bayi, Begini Penanganannya

biang keringat bayi
Ilustrasi (Mixmike/getty images)

CUACA panas dan udara lembab bisa memicu terjadinya biang keringat terutama pada bayi dan balita. Biang keringat adalah ruam yang timbul pada kulit, berwarna kemerahan, dan terasa gatal serta perih. Kondisi ini disebut juga miliaria.

Penyakit kulit ini sering dipicu sumbatan pada kelenjar dan saluran keringat sehingga keringat tak bisa keluar dan balik mengalir ke lapisan dermis atau epidermis. Keringat yang balik mengalir ini menyebabkan ruam benjolan berisi keringat di bawah kulit.

Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa terkena biang keringat, tapi anak-anak lebih rentan karena kelenjar keringatnya belum berkembang sepenuhnya sehingga keringat lebih sulit keluar dari pori-pori. Ruam bisa muncul di berbagai bagian tubuh.

Pada anak-anak, seringnya ruam didapati pada area lipatan kulit atau yang sering terkena gesekan baju, seperti leher, lengan, dan tepian popok atau celana dalam.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Primaya dr. Resita Olanova, Sp.KK mengatakan dokter biasanya bisa langsung mengetahui ruam yang muncul pada kulit merupakan biang keringat berdasarkan pemeriksaan fisik dan gejala, khususnya pada bayi.

Dokter akan mengecek kulit yang terkena ruam biang keringat dengan saksama dan menanyakan hal yang mungkin menyebabkannya, seperti bagaimana pakaian yang dikenakan dan aktivitas sebelum ruam muncul serta apakah pasien sebelumnya terpapar cuaca atau suhu panas.

Cara Mengatasi Biang Keringat

Normalnya biang keringat akan hilang dalam beberapa hari. Untuk membantu meredakannya, hindari menyentuh langsung area yang terkena dampak dan pastikan kulit itu tetap kering dan tidak terpapar panas. Perawatan bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

Caranya antara lain:

  1. Mandi dengan air hangat, bilas area kulit yang terdampak dengan air dingin dan biarkan kering sendiri setelahnya
  2. Gunakan kompres dingin ke area kulit yang teriritasi untuk mengurangi gatal dan perih
  3. Hindari paparan suhu panas, gunakan penyejuk udara di kamar
  4. Banyak minum air saat cuaca panas terik agar tidak dehidrasi
  5. Hindari mengoleskan krim yang mengandung lemak dan minyak ke ruam karena akan memperparah iritasi dan makin menyumbat kelenjar keringat
  6. Gunakan krim sesuai dengan resep dokter demi keamanan

Komplikasi

Menurut National Library of Medicine, komplikasi paling serius dari biang keringat adalah anhidrosis, yakni tidak mampu berkeringat secara normal yang bisa menyebabkan kelelahan ekstrem karena panas dan tubuh tak mampu mengatur suhu dalam batas aman. Akibatnya, pasien tidak bisa lagi bekerja atau melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

Pencegahan

Untuk mencegah biang keringat, kuncinya adalah memastikan kulit bisa bebas bernapas dan tidak kepanasan. Caranya termasuk: Menghindari pakaian yang terlalu ketat, Kenakan pakaian berbahan katun, Tidak memakai krim yang bisa menyumbat kelenjar keringat dan Membatasi aktivitas fisik ketika cuaca panas.

Lantas kapan harus ke dokter?

Ruam biang keringat biasanya hilang dalam hitungan hari. Namun bisa juga ruam itu bertahan lebih lama, demikian pula gejalanya. Dalam hal ini, ruam bisa terinfeksi dan meninggalkan bekas luka. Datangi dokter bila ruam tak kunjung hilang untuk berkonsultasi dan mendapat perawatan yang diperlukan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*