Celine Dion Membatalkan 42 Tur Konser Akibat Stiff-Person Syndrome

tur konser Celine Dion
Celine Dion (startsat60.com)

CELINE Dion sempat membuat heboh para penggemar usai mengumumkan tur konser yang akan dilakukan sepanjang 2023 hingga 2024. Tur dengan 42 konser tersebut menjadi penanda kembalinya sang diva pop usai lama hiatus karena penyakit yang diidapnya.

Namun Celine terpaksa mengumumkan pembatalan tur konsernya tersebut. Keputusan mendadak ini diambil karena Celine Dion dilaporkan belum cukup kuat untuk tampil di atas panggung karena Stiff-Person Syndrome yang selama ini ia alami. Sindrom yang jarang terjadi ini telah mempengaruhi kondisi kesehatan Celine Dion, terutama pita suaranya.

Dalam sebuah pernyataan, Celine Dion mengungkapkan penyesalannya atas pembatalan tur konser tersebut.

“Maaf karena membuat kalian kecewa sekali lagi dan meski ini bikin hatiku remuk, yang terbaik yang bisa dilakukan adalah membatalkan semuanya sampai aku benar-benar siap kembali ke panggung. Aku tidak akan menyerah dan tidak sabar bertemu kalian lagi,” ucap Celine Dion dengan suara terisak.

Tim medis terus memantau kondisi kesehatan Celine Dion untuk menentukan kapan sang diva bisa kembali menghibur para penggemarnya. Sebelumnya, Celine Dion telah berbagi informasi terkait kondisi kesehatannya yang mempengaruhi pita suaranya.

“Ini benar-benar membuat saya sakit dan mempengaruhi pita suara saya. Saya memiliki tim dokter hebat yang bekerja bersama saya untuk membantu saya menjadi lebih baik, dan anak-anak saya yang berharga yang mendukung dan memberi saya harapan,” ungkap Celine Dion, dikutip dari detikhealth.

“Saya bekerja keras dengan terapis kedokteran olahraga saya setiap hari untuk membangun kembali kekuatan dan kemampuan saya untuk tampil lagi. Tapi harus saya akui, ini adalah perjuangan. Yang saya tahu hanyalah bernyanyi. Itulah yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya, dan itulah yang paling saya sukai,” tambahnya dengan penuh semangat.

Menurut Cleveland Clinic, Stiff-Person Syndrome (SPS) adalah kelainan neurologis imun langka yang menyebabkan pasien mengalami kekakuan otot di bagian tubuh dan perut. Pengidap SPS sering mengalami kesulitan berjalan, rentan jatuh, dan berisiko mengalami cedera.

Selain kekakuan otot, pasien SPS juga dapat mengalami kejang otot yang berlangsung selama beberapa waktu, mulai dari detik, menit, hingga beberapa jam. Sindrom ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Sayangnya, belum ada obat yang diketahui dapat mengobati SPS secara langsung. Namun, perawatan yang tepat dapat membantu pasien mengelola gejala dan memperlambat perkembangan sindrom ini. Beberapa perawatan yang umum dilakukan adalah penggunaan obat dan terapi untuk mengontrol gejala, serta imunoterapi yang bertujuan untuk memodifikasi penyakit.

Diapun meminta dukungan doa dari para fansnya agar segera pulih sepenuhnya dari Stiff-Person Syndrome dan dapat kembali menghibur para penggemarnya di panggung. Semoga proses pemulihannya berjalan lancar dan ia mendapatkan dukungan yang kuat dari keluarga, tim medis, dan penggemar di seluruh dunia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*