Panglima TNI Kirim Pasukan Elit Untuk Evakuasi WNI Dari Daerah Konflik di Sudan

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat mengecek kesiapan prajurit Satbravo-90 Kop

JoSS, JAKARTA – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan telah memberangkatkan sejumlah prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU untuk evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kota Port Sudan ke Jeddah, Arab Saudi. Evakuasi WNI dilakukan di tengah konflik bersenjata yang terjadi di Sudan.

Untuk diketahui, Konflik di Sudan dipicu tindakan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang menyerbu sejumlah tempat strategis seperti istana kepresidenan dan bandara internasional Sudan pada 15 April lalu.

Penyerbuan RSF ini pun memicu bentrokan dengan militer Sudan. Angkatan bersenjata negara Afrika utara itu sampai tak segan meluncurkan serangan udara ke sejumlah basis RSF di ibu kota yang dekat dengan permukiman warga.

Perang saudara itu pun telah menewaskan lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, hingga Korea Selatan langsung buru-buru mengevakuasi warganya dari Khartoum.

Yudi menuturkan secara total, ada 39 orang personel yang diberangkatkan termasuk Kopasgat. Personel juga terdiri dari kru pesawat hingga dokter. Pelibatan pasukan elite TNI AU itu, lanjutnya untuk mengamankan lokasi penjemputan para WNI.

“Kemarin kan ada jeda kemanusiaan, istilahnya gencatan senjata untuk memberikan ruang bagi WNA dievakuasi. Ternyata kemarin ada informasi lagi dari jeda itu ternyata ada serangan lagi, makanya kita kirim Tim Kopasgat yang nantinya akan mengamankan di bandara tempat untuk evakuasi,” kata Yudo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/4) sore, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.

Yudo menyatakan mereka akan diberangkatkan pada Selasa (25/4) besok menggunakan pesawat Boeing 737 TNI AU. Ia menyebut pesawat dan personel akan mengevakuasi 291 WNI dari Port Sudan ke Jeddah.

“Ini dari Kemlu diutamakan yang tadi, ada ibu hamil, ada yang sakit juga, ada orang tua dan anak-anak. Mungkin nanti akan kita dahulukan itu. Makanya nanti ada tim 39 orang nanti yang akan memisahkan mereka untuk mana yang lebih dulu,” kata Yudo.

Yudo menyatakan WNI yang telah diberangkatkan ke Jeddah kemungkinan nantinya bakal diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat komersil.

“Nanti berikutnya setelah ini kita laksanakan, kita menunggu perintah berikutnya, yang jelas TNI apapun yang diperintah dari negara kalau memang dibutuhkan lagi kita juga siap untuk menambah pesawat untuk mengangkut,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan saat ini 538 WNI sudah dievakuasi ke kota Port Sudan. Mereka selanjutnya bakal diberangkatkan ke Jeddah sebelum tiba di RI.

“Saat ini 538 WNI sedang beristirahat di rumah persinggahan di Kota Pelabuhan sebelum keberangkatan menuju Jeddah melalui jalur laut dan Insya Allah dipulangkan ke Indonesia,” kata Retno dalam Press Briefing, Senin (24/4). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*