
BEBERAPA negara di Asia, khususnya bagian Tenggara dan Selatan mengalami cuaca gelombang panas atau heatwave selama April 2023 ini, termasuk Indonesia.
Gelombang panas merupakan periode panas yang tidak umum atau lebih tinggi dari biasanya. Periodenya bisa dua hari sampai beberapa pekan. Di beberapa negara, gelombang panas ini telah memecahkan rekor sepanjang masa.
Sebagai contoh, di Bak, Thailand, suhu bisa mencapai 50,2 derajat celcius, yang merupakan tertinggi sepanjang masa di negara itu. Dalam beberapa studi, gelombang panas bisa terjadi tiga hingga sepuluh kali lebih sering menjelang pergantian abad. Negara tropis, sebagian besar di Asia, salah satu yang mendapat dampak paling banyak.
Di sejumlah daedrah di Indonesia, suhu udara mencapai 37 derajat Celsius. Kondisi cuaca yang sangat terik beberapa hari terakhir dapat berpengaruh pada kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memberikan tips agar tetap bugar dan sehat cuaca panas saat ini.
“Memang cuaca panas beberapa hari ini dan ke depan sedang tidak biasa. Untuk itu mari kita ikuti tips agar terhindar dari dampak cuaca panas ketika sedang atau sering berada di luar ruangan,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril di Jakarta, Selasa (25/4/2023).
Syahril mengatakan dehidrasi akibat cuaca panas dapat dicegah dengan meminum banyak air serta tidak menunggu haus.
Masyarakat juga diimbau menghindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman berpemanis yang dapat memicu stamina berlebih. “Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan topi, atau payung,” katanya.
Syahril yang juga Direktur RSPI Sulianti Saroso menganjurkan masyarakat untuk memakai baju yang berbahan ringan dan longgar.
“Hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas dan sebisa mungkin berteduh di antara jam 11.00 hingga 15.00,” katanya.
Syahril juga berpesan agar jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi terparkir, baik dengan jendela terbuka maupun tertutup.
“Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah, serta sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan,” katanya.
Menurut Syahril, sejumlah gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai diantaranya keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat, kulit terlihat pucat, kram pada kaki maupun abdomen, mual, muntah, pusing, serta urin yang sedikit dan berwarna kuning pekat.
“Jika muncul gejala tersebut, dinginkan tubuh dengan kain basah atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air. Jika masih bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengindikasikan cuaca panas yang tidak biasa di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Sejak pukul 11.00 WIB hari ini, terlihat indeks UV di wilayah Indonesia mayoritasnya berwarna oranye, merah, dan ungu.
Warna skala oranye memiliki indeks UV 6-7 dengan risiko bahaya tinggi. Warna skala merah memiliki indeks UV 8-10 dengan risiko bahaya sangat tinggi. Sedangkan warna skala ungu memiliki indeks UV lebih dari 11 dengan risiko bahaya sangat ekstrem. (lna)

Leave a Reply