Bina Marga Jateng Targetkan Perbaikan Jalur Mudik Poros Tengah Jawa Selesai H-7 Lebaran 2023

Dinas Bina Marga Jawa Tengah kebut perbaikan jalan mudik poros tengah Jawa yang melintasi Kabupaten Temanggung
Dinas Bina Marga Jawa Tengah kebut perbaikan jalan mudik poros tengah Jawa yang melintasi Kabupaten Temanggung. (foto: jatengprov.go.id)

JoSS, TEMANGGUNG – Dinas Bina Marga Jawa Tengah kebut perbaikan jalan jalur mudik poros tengah Jawa yang melintasi Kabupaten Temanggung. Ditargetkan perbaikan tersebut selesai sebelum H-7 Lebaran.

Pengawas Lapangan Bina Marga Jateng wilayah Wonosobo dan Temanggung, Sarmono mengatakan perbaikan berupa penambalan jalan berlubang, retak dan bergelombang ini dilakukan di sepanjang 22 kilometer dari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung hingga Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

“Selain jalan berlubang, perbaikan kali ini kita fokuskan pada jalan yang bergelombang dan retak di jalur mudik,” kata Pengawas Lapangan Bina Marga Jateng wilayah Wonosobo dan Temanggung, Sarmono, Sabtu (8/4/2023).

Ia mengatakan, jalan penghubung antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal ini mengalami kerusakan akibat hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari. “Akibat hujan itu mengakibatkan aspal mengelupas, hingga menimbulkan lubang di badan jalan, dan yang terparah itu antara Parakan hingga Patean,” jelasnya dilansir dari jatengprov.go.id.

“Dinas Bina Marga Jawa Tengah terus berupaya sebelum Lebaran jalan yang bergelombang dan retak bisa tertutup semua, dan pengguna jalan bisa nyaman dan aman melintasi jalur mudik ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga juga sudah melakukan perbaikan jalan provinsi di tiga titik, yakni di pertigaan Kecamatan Bulu-Temanggung, ruas jalan Kecamatan Kaloran – Temanggung, serta jalan Kecamatan Kranggan – Pringsurat.

Jalur poros tengah Jawa yang melintasi Kabupaten Temanggung, merupakan jalur alternatif mudik dari Jakarta dan Jawa Barat menuju Yogyakarta dan Jawa Timur. “Jalur ini difungsikan untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura dan Selatan Jawa,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi akan ada 5,8 juta pemudik yang akan memasuki wilayah Yogyakarta pada arus mudik Lebaran 2023. Mayoritas pemudik ini menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

Dari total prediksi pemudik tersebut, sebanyak 1,2 juta orang atau 20,3 persen akan menggunakan sepeda motor. Sementara untuk pemudik yang menggunakan mobil diprediksi sebanyak 1,3 juta orang atau 22,07 persen.

“Kalau yang lainnya kombinasi, ada yang menggunakan bus, truk, dan moda transportasi lainnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, dikutip dari situs berita Antara, Senin, (20/3/2023).

Jumlah pemudik yang diperkirakan masuk DIY pada arus mudik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan bila dibandingkan Lebaran tahun lalu, dengan jumlah sebanyak 3,9 juta pemudik. Hal ini menurut Dwipanti disebabkan kelonggaran PPKM dan kondisi Covid-19 yang telah membaik.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2023, Dinas Perhubungan DIY telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Selain itu, Dishub DIY juga akan menyusun peta jalur lalu lintas yang rawan macet, rawan kecelakaan, rawan longsor, serta jalur-jalur alternatif yang dapat dilalui pemudik.

Puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi pada 19 April 2023. Sedangkan arus balik pada 25 April 2023. (lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*