
JoSS, JAKARTA – Ketua DPR Amerika Serikat Kevin McCarthy menyetujui usulan kenaikan pagu utang pemerintah AS, namun memberikan syarat pemangkasan anggaran federal. Sebelumnyam Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen memperingatkan bahwa bencana ekonomi AS dapat terjadi jika Kongres gagal menaikkan pagu utang pemerintah yang berujung pada gagal bayar
Pemungutan suara mengenai usulan DPR ini dilakukan berhari-hari dan cukup rumit, sehingga memberikan tekanan bagi Joe Biden untuk membuka pembicaraan dengan Partai Republik mengenai batas utang dan potensi gagal bayar pada musim panas ini.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden tetap mengisyaratkan bahwa dirinya tidak mau menyerah pada tuntutan kenaikan pagu tanpa syarat apapun. “Saya senang bertemu dengan Kevin McCarthy, namun tidak mengenai apakah batas utang akan dinaikkan atau tidak. Ini tidak bisa dinegosiasikan,” ungkap Biden seperti dilansir Bloomberg, Kamis (27/4/2023).
Draft RUU yang disepakati tersebut juga menjadi tawaran pembukaan Partai Republik dan tidak memiliki peluang untuk disepakati Senat yang dikendalikan Partai Demokrat.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan dalam pernyataannya bahwa tindakan memotong anggaran perawatan kesehatan veteran, pendidikan, Meals on Wheels (Program untuk mengatasi kelaparan dan isolasi lansia), keselamatan publik, akan menghilangkan akses kesehatan bagi jutaan orang Amerika dan lapangan kerja sektor manufaktur akan pergi dari dalam negeri.
Departemen Keuangan Amerika Serikat akan merilis perkiraan baru mengenai risiko gagal bayar pemerintah jika pagu utang federal tidak dinaikkan. McCarthy mengusulkan kenaikan pagu utang AS sebesar US$1,5 triliun atau setara dengan Rp22 kuadriliun.
Rencana ini dilakukan untuk mencegah default pembayaran AS paling lambat hingga 31 Maret 2024. Sebagai gantinya, nantinya partai Republik akan menuntut pemotongan anggaran sebesar US$4,8 triliun atau sebesar Rp 70 kuadriliun, menentang tuntutan Biden untuk apa yang disebut sebagai peningkatan plafon utang “bersih”. “Presiden tidak bisa lagi mengabaikan dengan tidak bernegosiasi,” kata McCarthy.
Sementara itu, Janet Yellen memperingatkan bahwa bencana ekonomi AS dapat terjadi dan membuat suku bunga lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang.
Dalam teks pidato yang dipersiapkan untuk acara di Washington dengan para eksekutif bisnis dari California, Yellen mengatakan bahwa gagal bayar utang AS akan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan dan meningkatkan tagihan rumah tangga untuk KPR, kredit mobil, dan kartu kredit.
Dia mengatakan bahwa sudah menjadi tanggung jawab Kongres untuk meningkatkan atau menangguhkan batas pinjaman sebesar US$31,4 triliun. Yellen juga memperingatkan bahwa gagal bayar akan mengancam kemajuan ekonomi yang telah dicapai AS sejak pandemi Covid-19.
“Gagal bayar utang kita akan menghasilkan bencana ekonomi dan keuangan. Gagal bayar akan meningkatkan suku bunga untuk selamanya. Investasi di masa depan akan menjadi jauh lebih mahal,” kata Yellen kepada para anggota Kamar Dagang Metropolitan Sacramento.
Jika pagu utang tidak dinaikkan, bisnis-bisnis AS akan menghadapi pasar kredit yang memburuk, dan pemerintah kemungkinan besar tidak akan dapat memberikan pembayaran kepada keluarga-keluarga militer dan para manula yang bergantung pada Jaminan Sosial. (lna)

Leave a Reply