
JoSS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa (11/4/2023).
Airlangga menyambangi Prabowo ke kantor Kemenhan di Jalan Medan Merdeka Barat. Momen pertemuan itu diunggah Airlangga melalui di Instagram-nya @airlanggahartarto_official.
“Sore ini, jelang waktu berbuka, saya bertemu Menteri Pertahanan, Bapak Prabowo Subianto @prabowo, di kantor beliau, Kementerian Pertahanan RI Jalan Merdeka Barat,” tulis Airlangga.
Airlangga mengaku dalam pertemuan itu ia dan Prabowo membahas sejumlah isu, mulai dari pangan hingga pertahanan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kami membahas sejumlah hal krusial mulai dari isu pangan, perekonomian, dan isu pertahanan di Ibu Kota Negara baru,” ujarnya.
Airlangga mengunggah fotonya dengan Prabowo tengah bersalaman. Airlangga mengenakan baju batik dengan dominasi biru dan Prabowo mengenakan kemeja putih.
Pertemuan tersebut dibenarkan Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono. Ketika dihubungi, Dave menyatakan fokus pertemuan itu membahas soal IKN. “Sepertinya topik utama adalah pembangunan IKN,” kata Dave.
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan adanya ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang bisa melanda Indonesia tahun depan yang perlu diwaspadai. Ia mengatakan kondisi itu bisa mengancam ketahanan pangan dan memicu lonjakan inflasi.
“Tahun depan kita harus hati-hati karena kekeringan akan lebih panjang atau El Nino. Tentu ini menjadi tantangan khusus untuk pangan karena inflasi volatile food sangat menentukan,” katanya dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (5/4/2023).
Airlangga mengatakan saat ini produktivitas sawah menurun karena perubahan iklim. Satu hektar sawah hanya menghasilkan lima ton beras.
Maka dari itu, pemerintah terus mendorong inovasi dengan adopsi teknologi dengan modernisasi smart farming sehingga produksi bisa meningkat.
“Dengan smart farming kita berharap capaiannya bisa lebih dari lima ton per hektar secara rata-rata. Sehingga tentunya produksi pertanian, terutama beras lebih dari 31 juta ton,” kata Airlangga.
Menurutnya, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp104 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penguatan sektor pertanian melalui berbagai program seperti pengembangan budidaya pertanian dan food estate, penguatan infrastruktur pertanian, subsidi pupuk subsidi bunga kredit.
Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pertanian, DAK non-fisik ketahanan pangan dan pertanian, serta Dana Desa Ketahanan Pangan dengan alokasi 20 persen untuk program ketahanan pangan.
“Pemerintah juga memberikan kredit usaha rakyat (KUR) pertanian di 2022 mencapai Rp117,3 triliun, di mana yang tertinggi Jawa Timur Rp24 triliun, Jawa Tengah Rp17 triliun, dan Jawa Barat Rp7 triliun,” kata Airlangga, dilansir dari CNNIndonesia. (lna)

Leave a Reply