JoSS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan partainya sudah lama memutuskan calon presiden atau capres dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar beberapa tahun lalu.
Sebagaimana diketahui bahwa Munas Golkar 2019 memutuskan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Keputusan munas itu diperkuat kembali dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada tahun 2021 yang mendukung Airlangga maju sebagai capres partai beringin.
“PPP ‘kan baru memutuskan. Kalau Golkar, sudah lama melalui munas,” ujar Airlangga saat dimintai tanggapannya soal keputusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung pencapresan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Terkait keputusan PPP itu, Airlangga mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PPP, dan Partai Amanat Nasional (PAN) tidak bubar. Airlangga menuturkan KIB akan menggelar pertemuan. “Karena nanti ketemu, tidak bubar,” seloroh Airlangga, dikutip dari Antara.
Adapun Airlangga belakangan sempat disebut cocok untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang digadang akan maju sebagai calon presiden.
Ia mengatakan bahwa sejauh ini hubungan Golkar dengan Gerindra baik-baik saja dan akan ada pertemuan lanjutan.
Menjawab kemungkinan dirinya bisa menjadi cawapres Prabowo, Airlangga mengatakan, “Ya nanti kita tunggu saja.”
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP disebut akan melebur dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kabar peleburan dua koalisi itu akan dilakukan tanpa PPP yang telah lebih dulu mendeklarasikan dukungan terhadap kader PDIP, Ganjar Pranowo. KIB dan KKIR nantinya akan bergabung dan menjadi Koalisi Besar.
“Ya koalisi besar itu kan isinya adalah KIB dan KKIR ya, jadi walaupun sudah ditinggalkan oleh PPP, KIB bukan bubar,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (27/4).
KIB merupakan koalisi yang dideklarasikan tiga partai pada awal 2022 lalu oleh Golkar, PAN, dan PPP. Sementara, KKIR menyusul digagas oleh Gerindra dan PKB.
Namun, PPP belakangan telah lebih dulu mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal capres yang akan didukung mereka di 2024. Deklarasi dukungan terhadap Ganjar merupakan hasil Rapimnas PPP di Yogyakarta selama tiga hari pada 24-26 April lalu.
PDIP pun menyampaikan apresiasi atas dukungan tetangga partainya itu. Sekjen PDIP menyebut kedua partai memiliki rekam jejak panjang bekerja sama sejak Orde Baru.
Langkah itu berbeda dengan rekan koalisi PPP, Golkar yang memberi sinyal bakal merangkul Gerindra di Pilpres 2024. Sinyal kedekatan kedua partai mulai terlihat saat Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Abu Rizal Bakrie saat Lebaran kemarin.
Ketiga elit politik itu bahkan akan kembali bertemu pada pekan depan.
Menurut Lamhot, KIB dan KKIR akan melebur tanpa PPP. Dia menyebut gabungan kursi Golkar dan PAN telah mencukupi syarat untuk mengusung capres. Namun, sejumlah elit PPP belum menjawab soal kabar bakal mundur dari KIB.
“Karena kursinya Golkar dengan PAN itu 126, itu masih memenuhi presidential threshold. Jadi KIB masih ada tanpa PPP,” katanya. (lna)

Leave a Reply