PT KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesiapan Jalur KA di Pantura Jateng

kesiapan jalur ka
Dok. KAI

JoSS, SEMARANG – PT KAI Daop 4 Semarang memastikan kesiapan jalur rel KA yang berada di kawasan pesisir utara Jawa Tengah yang berdekatan langsung dengan laut sebagai upaya kesiapan menghadapi angkutan Lebaran 2023.

Kepala PT KAI Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo dalam siaran pers di Semarang, Rabu, mengatakan, salah satu perlintasan KA yang tepat berada di tepi laut melintas dari Stasiun Kuripan hingga Stasiun Plabuan di wilayah Kabupaten Batang.

Pemeriksaan jalur di tepi laut tersebut, kata dia, dilakukan secara langsung dengan berjalan kaki menyusuri rel yang menghubungkan kedua stasiun. “Potensi korosi pada jalur rel akibat luapan air laut menjadi fokus utama,” katanya.

Selain kondisi rel, kata dia, potensi tanah longsor serta kondisi saluran air di sekitar perak Kuripan hingga Plabuan juga menjadi perhatian.

Ia menambahkan sterilisasi juga dilakukan terhadap pepohonan di kanan dan kiri pelintasan agar tidak mengganggu jarak pandang masinis.

Ia memastikan PT KAI secara intensif meminimalisasi potensi bahaya yang akan mengganggu perjalanan kereta api.

Menurut dia, KAI berkomitmen untuk terus bersiaga dan merawat serta memperbaiki jalur agar perjalanan kereta di seluruh area kerja tetap lancar dan selamat.

Kesiagaan KAI dalam meminimalkan potensi bahaya ini juga mengaca pada kasus rel menggantung yang terjadi di Bogor akibat longsor. Tebing penahan tanah (TPT) jalur kereta di Bogor, Jawa Barat, mengalami longsor hingga menewaskan dua warga dan sejumlah orang tertimbun tanah pada Selasa (14/3) pukul 23.00 WIB.

Imbas longsor tersebut sebagian jalur rel kereta api (sekitar 20 meter) menuju Stasiun Batutulis Bogor menggantung atau kehilangan penyangga tanah, tepatnya di jalur rel KM 2+6/7 antara Stasiun Paledang dengan Batutulis.

Longsor tersebut menimpa lima rumah di RT07/RW04 Kampung Sirna Sari Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas di lokasi, mengatakan longsor tebingan rel kereta di Kelurahan Empang ini terjadi usai hujan deras.

“Setelah hujan deras, longsor menimpa lima rumah. Kami segera melanjutkan pencarian pukul 08.00 WIB,” ujar Theofilo, seperti dikutip Antara Rabu.

Thepfilo menyebutkan ada 17 korban akibat peristiwa longsor tersebut. Hasil pencarian pada malam hari, petugas menemukan dua korban meninggal dunia dari enam orang tertimbun. Sementara 11 orang lain selamat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*