KIT Batang Mulai Bangun Masjid Berkapasitas 1.500 Orang, Desainnya Unik

Masjid KIT Batang
Do’a Bersama dalam rangka dimulainya pekerjaan pembangunan Kantor Pengelola, BPSP (Bangunan Pabrik Siap Pakai), dan Masjid Kawasan (grandbatangcity.co.id)

JoSS, BATANG – Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, memulai pembangunan masjid berdaya tampung 1.500 orang dan bangunan pabrik siap pakai (BPSP) sebagai langkah awal untuk kelancaran dalam pembangunan hingga peresmian industri ke depan.

Direktur Utama KIT Batang Ngurah Wirawan di Batang, Rabu, mengatakan bahwa bangunan masjid ini memiliki desain yang ikonik dan bentuknya merunduk seperti orang bersujud menghadap ke barat.

“Oleh karena itu, kami mohon doa supaya proyek itu bisa berjalan dengan baik, mulai pembangunannya hingga nanti siap digunakan,” katanya, seperti dilansir dari Antara, Kamis (9/3/20203).

Pada acara istighosah yang dihadiri puluhan anak dari Panti Asuhan Yayasan Darul Muna Al-Magribi Kecamatan Gringsing, Ngurah Wirawan mengatakan, pihaknya berencana membangun tempat ibadah agama lain.

Selain itu, pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang juga membagikan santunan dan bantuan operasional kepada panti asuhan.

“Jangan sampai dilupakan, bahwa kawasan ini sepenuhnya untuk warga. Pesan Presiden Joko Widodo yang masih saya ingat selalu yakni kawasan ini harus memberikan kesempatan kerja sebesar-besarnya,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya terus berproses berkomunikasi dengan seluruh pengampu kepentingan, termasuk proses persiapan tenaga kerja dari warga Kabupaten Batang.

“Tentunya kami mengutamakan warga Kabupaten Batang. Kami berharap acara tersebut bisa dijadikan sarana penyambung komunikasi antara pihak KIT Batang dengan pihak pemerintahan desa dan kecamatan setempat,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menargetkan mampu menyerap 500 ribu tenaga kerja hingga tahun 2030 seiring berdirinya pabrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Industrial Park Batang, dan perusahaan kecil lainnya.

Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Batang, Sabtu, mengatakan ke depan dengan berdiri sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang diperkirakan penyerapan tenaga kerja pada tahap awal dapat mencapai sekitar 300 ribu orang.

“Akan tetapi, dengan bertambahnya berdirinya pabrik Industrial Park Batang dan perusahaan lainnya, kami berharap adanya penyerapan 500 ribu tenaga kerja,” katanya.

Bupati Lani mengatakan dengan berdirinya kawasan industri di wilayah ini juga akan berdampak positif dengan pemenuhan pasokan kebutuhan pangan seperti beras, daging, sayuran dan buah.

“Oleh karena itu dengan masalah pemenuhan kebutuhan pangan ini kami berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah,” katanya.

Dikatakan, Kabupaten Batang yang berpenduduk sekitar 810.000 jiwa saat ini masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengangguran.

“Angka kemiskinan di wilayah ini mencapai sekitar 9,6 persen dengan tingkat pengangguran 6,59 persen. Adapun untuk pencari kerja sampai akhir 2022 ini sebanyak 12.800 orang,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang Suprapto mengatakan pihaknya berusaha melakukan pelatihan kerja pada masyarakat sebagai upaya untuk menambah kompetensi mereka dan membuka peluang usaha sendiri.

“Pemberian pelatihan ini berguna untuk menambah kompetensi masyarakat agar mau membuka peluang usaha sendiri. Jangan sampai masyarakat luar daerah malahan yang sukses membuka peluang usaha, namun kita hanya sebagai penonton dengan berdiri kawasan industri di daerah ini,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*