
JoSS, SEMARANG – Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Jawa Tengah Kristina Sumarni mendorong anggotanya siap untuk berkontribusi menurunkan angka stunting di Jawa Tengah. Tingginya masalah Stunting menjadi perhatian Partai Golkar.
Hal itu diungkapkannya dalam Rakerda yang digelar dalam rangka HUT ke-42 HWK Jateng diikuti oleh Perwakilan DPD II HWK Kabupaten/Kota Se-Jateng. “Rakerda HWK siap perjuangkan penurunan angka Stunting di Jateng,” kata Kristina Sumarni.
Hadir dan memberi pengarahan, Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Jateng/DIY, HM Iqbal Wibisono, anggota DPR RI H Mujib Rochmad dan Perwakilan Ormas Hasta Karya.
Sementara itu hadir membuka Rakerda Himpunan Wanita Karya (HWK) Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengatakan HWK diharapkan lebih berperan dalam menurunkan angka Stunting di Jawa Tengah.
“HWK harus mampu menurunkan angka stunting di Jateng”, kata Ferry Wawan Cahyono pada pembukaan Rakerda HWK Jateng, Sabtu (4/3) di Wisma Karya Semarang.

Untuk diketahui pada tahun ini, Provinsi Jawa Tengah menargetkan angka stunting 2023 menjadi 14 persen. Sehingga, penurunan prevalensi stunting menjadi program prioritas di tahun ini.
Dalam beberapa kesempatan, Ferry menuturkan pihaknya terus mendorong target penurunan angka stunting tersebut tercapai, lantaran di wilayah ini, angka kasus tersebut cukup nampak.
“Kami dari DPRD mendorong agar stunting itu juga menjadi program prioritas di 2023 ini, termasuk juga dari sisi anggaran kita dorong untuk penurunan angka stunting,” katanya, bbrp waktu lalu dalam sebuah acara.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat, ia bertugas dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Di mana salah satu turunannya adalah kesehatan ibu dan anak. Sebab kesehatan mereka menjadi salah satu faktor yang akan mempengaruhi kualitas SDM kedepannya.
Sementara itu, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, pada 2021 prevalensi stunting di Jateng sebanyak 20,9%. Meskipun jumlah itu turun drastis dari angka 27,68% pada 2019, Jateng terus terus berusaha agar bisa turun lagi. Oleh sebab itu, penurunan prevalensi stunting menjadi program prioritas di wilayahnya.
“Ini menjadi upaya kita untuk mengurangi angka kemiskinan. Karena, stunting juga berdekatan dengan kondisi-kondisi kemiskinan. Sehingga ini kemudian menjadi program yang selaras,” bebernya. (lna)

Leave a Reply